Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kemenag Terbitkan Larangan Pegawai Dukung Organisasi Terlarang

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Gedung Kantor Kementerian Agama di Jl Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat.
Bagikan:

Hidayatullah.com- Sekjen Kementerian Agama, Nizar Ali menyatakan Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran Sekjen (SE) Kemenag No 8 Tahun 2021 berisi larangan bagi pegawai yang berafiliasi dan atau mendukung organisasi terlarang.

Nizar melanjutkan SE ini terbit sebagai tindak lanjut atas dikeluarkannya Surat Edaran Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 2 Tahun 2021 dan Nomor 2/SE/I/2012 tentang Larangan bagi ASN untuk Berafiliasi dengan dan/atau Mendukung Organisasi Terlarang dan/atau Organisasi Kemasyarakatan yang Dicabut Status Badan Hukumnya.

“ASN harus menjunjung tinggi nilai-nilai dasar wajib setia dan taat pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan pemerintah yang sah, serta berfungsi sebagai perekat dan pemersatu bangsa,” kata Nizar dalam SE tersebut, seperti dilihat hidayatullah.com di Jakarta, Kamis (04/02/2021).

Surat edaran tertanggal 03 Februari 2021 itu dijelaskan Nizar, bahwa keterlibatan ASN dalam mendukung dan/atau berafiliasi dengan organisasi terlarang dan/atau ormas yang dicabut status badan hukumnya dapat menimbulkan radikalisme negatif di lingkungan pegawai. “Untuk itu ancaman ini perlu dicegah,” sambungnya.

Lebih lanjut, pelarangan bagi ASN Kemenag yang tercakup dalam SE ini meliputi; menjadi anggota, memberikan dukungan langsung maupun tidak langsung, menjadi simpatisan, serta terlibat dalam kegiatan organisasi terlarang dan/atau organisasi kemasyarakatan yang dicabut status badan hukumnya.

Selain itu, ASN Kemenag juga dilarang menggunakan simbol-simbol dan atribut, menggunakan berbagai media (media sosial dan media lainnya) untuk mengekspresikan dukungan, afiliasi, simpati, dan keterlibatan dalam kegiatan organisasi terlarang dan/atau organisasi kemasyarakatan yang dicabut status badan hukumnya.

“ASN Kemenag juga dilarang melakukan tindakan lain yang memiliki keterkaitan dengan organisasi terlarang dan/atau organisasi kemasyarakatan yang dicabut status badan hukumnya,” jelas Nizar.

Kepada pimpinan satuan kerja (satker) Kemenag, kata Nizar, SE ini juga mengamanahkan untuk melakukan tindakan pencegahan keterlibatan ASN dalam organisasi terlarang itu. Aksi pencegahan itu antara lain bisa dilakukan dengan dengan memberikan pembekalan secara rutin tentang nilai-nilai dasar ASN, terutama dalam kaitan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugasnya.

Pimpinan satker juga harus menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai dasar ASN serta membuka ruang konsultasi dan pembinaan. Evaluasi rutin dan penegakan aturan disiplin juga harus diterapkan untuk memberikan efek jera agar tidak terjadi pelanggaran yang sama oleh ASN. “Buka aduan untuk lingkungan internal dan eksternal. Bila perlu lakukan tindakan pencegahan lainnya sesuai dengan ketentuan,” tandasnya.

Adapun organisasi yang saat ini dinyatakan terlarang dan sudah dicabut status badan hukumnya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI), Jamaah Islamiyah (JI), Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan Front Pembela Islam (FPI).* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Rektor Universitas Brawijaya Luncurkan 147 Kantin Akademik Halalan Thoyyiban

Rektor Universitas Brawijaya Luncurkan 147 Kantin Akademik Halalan Thoyyiban

Pembubaran Ormas ‘Anarkis’ Harus Melalui Pengadilan

Pembubaran Ormas ‘Anarkis’ Harus Melalui Pengadilan

Tim SAR Temukan Jenazah Sudah Tak Dikenali di Papua

Tim SAR Temukan Jenazah Sudah Tak Dikenali di Papua

Ketua GNPF: Merangkul LGBT untuk Menyembuhkan, Bukan Melegalkan

Ketua GNPF: Merangkul LGBT untuk Menyembuhkan, Bukan Melegalkan

Profil KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

Profil KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

Baca Juga

Berita Lainnya