Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kenapa ‘SKB Atribut Agama’ Dikeluarkan? Ini Alasan Menag Yaqut C Qoumas

Kemenag Haji 2021
Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri, terkait penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut Bagi Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah, Rabu (03/02/2021).

Menag Yaqut Cholil mengatakan terbitnya SKB tiga menteri itu, dikarenakan masih adanya kasus-kasus pelarangan dan pemaksaan penggunaan pakaian seragam yang tidak sesuai regulasi pemerintah. “Kenapa akhirnya SKB 3 menteri kita keluarkan? Jadi masih ada kasus kasus pelarangan dan pemaksaan penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah yang dilakukan pemerintah daerah tidak sesuai dengan regulasi pemerintah,” kata Yaqut dalam jumpa pers virtual, Rabu (03/02/2021).

Menurut Yaqut kejadian di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat, terkait penggunaan seragam merupakan puncak gunung es. “Beberapa waktu yang lalu kita temukan kasus di Padang, Sumatra Barat, tapi kami yakini itu hanya puncak gunung es. Sementara data-data yang kita miliki masih banyak sekali sekolah-sekolah yang memperlakukan anak didik dan tenaga pendidik sebagaimana yang terjadi di Sumatra Barat,”terangnya.

Ketua GP Anshor itu menyebut penerbitan SKB 3 menteri karena dilatarbelakang adanya keyakinan bahwa agama dan seluruh ajarannya itu pasti mengajarkan perdamaian. Selain itu,  ia beralasan SKB ini untuk menyelesaikan perbedaan dengan baik saling menghormati dan saling menghargai.

“Untuk itu kami merasa penting bahwa SKB 3 menteri diterbitkan agar mendorong kita semua untuk selalu mencari titik persamaan, titik persamaan diantara perbedaan perbedaan yang dimiliki,” tutur Yaqut. “Tentu dengan cara bukan dengan memaksakan supaya sama, tetapi bagaimana masing-masing umat beragama masing-masing pemeluk agama ini, memahami ajaran ajaran agamanya secara substantif, bukan hanya sekedar simbolik, memaksakan atribut keagamaan tertentu kepada berbeda. Saya kira itu bagian dari pemahaman yang hanya simbolik,”sambungnya.*/Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Polisi Syariah Tangkap Tiga Pemabuk

Polisi Syariah Tangkap Tiga Pemabuk

Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah akan Laporkan JPU ke Komisi Kejaksaan

Satgas Advokasi Pemuda Muhammadiyah akan Laporkan JPU ke Komisi Kejaksaan

Tata Tertib NU dan Muhammadiyah Melarang Orang Liberal Menjadi Pengurus

Tata Tertib NU dan Muhammadiyah Melarang Orang Liberal Menjadi Pengurus

Interaksi Guru-Murid Cegah Anak Alami Penyimpangan Seksual

Interaksi Guru-Murid Cegah Anak Alami Penyimpangan Seksual

Pemkot Makassar Imbau Warga Laporkan Pelaku LGBT

Pemkot Makassar Imbau Warga Laporkan Pelaku LGBT

Baca Juga

Berita Lainnya