Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pakar Psikologi Forensik: BuzzeRp yang Berbuat Kejahatan Harus Dihukum dan Dibatasi Ruang Geraknya di Medsos

net
Reza Indragiri Amriel.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan, kkspresi kebencian dan rasisme tidak bisa lagi dipandang sebagai dinamika psikologis yang bersifat alamiah. Karena itu, apa yang dilakukan pada diri para buzzer bukan sungguh-sungguh ekspresi suasana hati atau didorong oleh motif emosional, melainkan motif instrumental.

“Kebencian adalah urusan perasaan. Rasisme berangkat dari bias implisit (implicit bias). Perasaan dan bias itu ada pada dimensi pribadi  individu (si pembenci dan di rasis) dan muncul secara alamiah,” katanya kepada hidayatullah.com, Selasa (02/2/2021).

Namun jika benar anggapan bahwa buzzer (pendengung) adalah orang bayaran sehingga dijuluki sebagai buzzeRp,  ketika mereka itu telah melakukan perbuatan pidana, yang implikasinya melakukan rasisme dan kebencian.

“Jangan-jangan aksi buzzeRp yang melakukan pidana di medsos adalah mirip dengan kejahatan terorganisasi. BuzzeRp sebatas eksekutor lapangan. Di belakangnya ada otak dan penyandang biaya, “ tambah alumi Universitas Melbourne, Australia ini.

Karena itu, dengan bentuknya sebagai kejahatan terorganisasi, maka kerja aparat penegak hukum tidak cukup pada pemidanaan terhadap si buzzeRp saja. “Perlu diproses pula secara hukum siapa otak dan penyandang dananya,” tambah dia.

Karena itu, menurutna, sebagaimana politisi koruptor yang bisa dilarang masuk ke dunia politik, seharunya buzzeRp yang berbuat pidana juga dijatuhi pidana tambahan berupa pelarangan memiliki akun medsos. “Dasar berpikirnya adalah pembatasan ruang gerak: ruang hidup virtual si buzzeRp harus dibatasi guna mempersempit zona residivismenya,” tambah dia.

Istilah buzzer marak sejak era Gubuernur DKI Jakarta dipimpin Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok.  Istilah buzzerRP adalah penyuara politik yang dibayar melalui akun-akun di media social.*

Rep: Ahmad
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

PNPS Seharusnya Diperkuat, Tidak Dieksaminasi

PNPS Seharusnya Diperkuat, Tidak Dieksaminasi

Alvin: Kondisi Terkini KH Arifin Ilham Lebih Segar

Alvin: Kondisi Terkini KH Arifin Ilham Lebih Segar

Indonesia Tempati Juara Tiga Konsumsi Rokok Sedunia

Indonesia Tempati Juara Tiga Konsumsi Rokok Sedunia

5 LSM Ternama  Turki yang Turun ke Sulawesi Tengah

5 LSM Ternama Turki yang Turun ke Sulawesi Tengah

Maimon Akui Diteror Pasca Buat Petisi Hentikan Iklan Shopee Blackpink

Maimon Akui Diteror Pasca Buat Petisi Hentikan Iklan Shopee Blackpink

Baca Juga

Berita Lainnya