Sabtu, 27 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Nasional

Harlah NU ke-95: Muhammadiyah Ajak Bergandengan Tangan Menjayakan Bangsa

zulkarnain/hidayatullah.com
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (kiri) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir pada acara silaturahim keluarga besar kedua ormas Islam itu di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (23/03/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com–Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan selamat atas hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-95. Ia berharap NU terus konsisten mengemban amanah untuk menyebarkan paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

“Saat ini, tugas tersebut semakin berat seiring berkembangnya paham-paham keagamaan yang lain. Karena itu, mengawal Ahlussunnah Wal Jamaah pada masa sekarang menjadi sangat penting,”kata  Ma”ruf Amin di akun Instagram @Kiai_marufamin seperti pantauan hidayatullah.com, Ahad (31/01/2021).

Selain itu, Ma’ruf berharap NU juga diharapkan mampu memegang teguh amanah kebangsaan. “Sesuai dengan posisi NU sebagai Jamiyah Diniyah Islamiyah, para ulama dari dulu hingga sekarang selalu konsisten mengembangkan misi bagaimana membangun Islam damai dalam bingkai NKRI,” beber Ma”ruf.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir juga turut menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir (Harlah) ke-95 untuk organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU). Ia juga mengajak bergandengan dalam membangun bangsa.

Haedar lewat cuitan dilaman Twitternya @HaedarNs, Ia menyebut NU dan Muhammadiyah merupakan dua pilar Islam terbesar di Indonesia hingga membentuk kekuatan nasional.

“Dalam perjalanan yang panjang NU bersama Muhammadiyah dan kekuatan nasional lainnya telah berjuang untuk kebangkitan kemerdekaan dan membangun Indonesia. Selama 95 tahun NU telah diakui kehadiran, peran dan kontribusinya untuk merekat Indonesia sebagai Negara kesatuan sekaligus juga membangun dan memajukan bangsa,” ujar Haedar seperti dikutip hidayatullah.com.

“NU bersama Muhammadiyah sebagai dua pilar Islam terbesar di negeri tercinta ini dapat terus bergandengan tangan merekat kebersamaan dan menjadi garda terdepan memajukan umat dan menjayakan bangsa melalui misi rahmatan lil alamin,”sambungnya.

Lebih jauh, Haedar menyatakan NU dengan perspektif Islam Nusantara telah mengokohkan budaya bangsa dan budaya umat dalam keragaman. Selain itu NU juga telah hadir dengan Islam moderat yang membawa pada kemajuan.

“Karena itu sinergi antara Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan akan menjadi pilar strategis membangun umat dan bangsa. Inshaallah NU selalu dicintai umat dan bangsa dan bersama kita semua memajukan Indonesia,”ujarnya.

Untuk diketahui, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi Islam besar di Indonesia. NU lahir 95 tahun silam, tepatnya tanggal 31 Januari 1926. Pendirian NU digagas para kiai ternama dari Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, yang menggelar pertemuan di kediaman KH Wahab Chasbullah di Surabaya, salah satu diantaranya, K.H Hasyim Asy’ari. */Azim Arrasyid

Rep: Insan Kamil
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

DDII: Golput bukan Solusi, Umat Islam harus Salurkan Hak Politik

DDII: Golput bukan Solusi, Umat Islam harus Salurkan Hak Politik

Mendagri: Pelarangan Penyebaran Ajaran Ahmadiyah Sesuai SKB

Mendagri: Pelarangan Penyebaran Ajaran Ahmadiyah Sesuai SKB

Minuman Beralkohol Senilai Rp1,2 Miliar Dimusnahkan

Minuman Beralkohol Senilai Rp1,2 Miliar Dimusnahkan

Pria New York Kencingi Karpet Masjid

Pria New York Kencingi Karpet Masjid

Fatwa Mufti Malaysia Terhadap Syiah Punya Kekuatan Hukum

Fatwa Mufti Malaysia Terhadap Syiah Punya Kekuatan Hukum

Baca Juga

Berita Lainnya