Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Soal Banjir Beruntun, Wapres sebut karena Iklim dan Manusia Sering Merusak Lingkungan

Setwapres
Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada acara Hari Bahasa Arab Sedunia yang digelar secara virtual, Jumat (18/12/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di dunia terbagi menjadi dua, yakni al-fasadul maddi (kerusakan fisik), dan al-fasadul ma’nawi (non fisik dan perilaku). Seperti terjadinya banjir di Sulawesi dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia, selain terjadi karena faktor iklim global namun juga ada faktor campur tangan manusia yang seringkali melakukan kerusakan lingkungan.

“Ini adalah contoh dari nidhamul kauniyah, karena eksploitasi, mengambil, dan menggunakan dunia ini dengan tidak menjaga tata nilai nidhamul kauniyah,” imbuh Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) ini saat menyampaikan taushiyah dalam acara “Muhasabah dan Istighasah untuk Negeri” semalam yang berpusat di Masjid Istiqlal, Jakarta sebagaimana rilis MUI diterima pada Jumat (29/01/2021).

Wantim MUI dalam acara itu berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bersama mencari solusi dalam menghadapi berbagai kerusakan dan bencana yang saat ini sedang melanda Indonesia.

Pada saat bangsa Indonesia berjuang dalam melawan pandemi Covid-19, bencana alam juga menyusul secara berangsur di beberapa wilayah. Menurutnya, kondisi ini harus menjadikan masyarakat Indonesia untuk lebih melihat dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Adanya berbagai musibah dan kerusakan yang sekarang ini yang utama adalah kita melihat bagaimana ini terjadi, lalu kita bersama mencari solusi dalam mengatasi masalah tersebut,” ucapnya

Setiap apa yang terjadi di dunia adalah akibat ulah manusia, dan dalam situasi yang seperti ini, ia berpesan kepada masyarakat agar tidak saling menyalahkan. Islam adalah Ar-Risalah Al-Ilahiyyah, agama dengan tuntutan untuk melakukan perbaikan yang menyangkut seluruh lini kehidupan.

“Ini tugas kita. Kita tidak boleh hanya menggerutu hanya menyalahkan orang tetapi sebaiknya kita mencari solusi-solusi yang bisa kita berikan dalam rangka menyelamatkan situasi kepada keadaan yang semula,” tambahnya.

Di dunia ini ada aturan yang disebut dengan nidzhamul kauniyah yakni aturan alam yang jika dilanggar maka akan menimbulkan kerusakan. Ini menyangkut masalah berbagai hal yang menjadi karakteristik dari keadaan alam, bumi, langit dan semuanya itu ada tata aturan yg diberikan Allah Subhanahu Wata’ala dan itu untuk kemaslahatan manusia.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Jelang Natal dan Tahun Baru Masehi, MUI Sampaikan Tausiyah

Jelang Natal dan Tahun Baru Masehi, MUI Sampaikan Tausiyah

GP Ansor Harus Patuh Hasil Muktamar Lirboyo, Masalah Pemimpin Non-Muslim

GP Ansor Harus Patuh Hasil Muktamar Lirboyo, Masalah Pemimpin Non-Muslim

Hanafi Rais: Pimpinan KPK Enggan Menerima, Amien Rais Batal Datang

Hanafi Rais: Pimpinan KPK Enggan Menerima, Amien Rais Batal Datang

AM Hendropriyono Sebut Organisasi Pelindung FPI Menunggu Giliran

AM Hendropriyono Sebut Organisasi Pelindung FPI Menunggu Giliran

Luhut Binsar Hibahkan Tanah 10 Ha di Sentul Bogor untuk PBNU

Luhut Binsar Hibahkan Tanah 10 Ha di Sentul Bogor untuk PBNU

Baca Juga

Berita Lainnya