Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

10 Hari Pencarian Sriwijaya Air, Tim SAR Temukan 310 Human Remains, Operasi Diperpanjang

SAR HIDAYATULLAH
Pemindahan potongan badan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 oleh Basarnas bersama Tim SAR Hidayatullah dan potensi SAR lainnya di Posko Terpadu Jakarta International Container Terminal 2, Tanjung Priok, Kamis (14/01/2021).
Bagikan:

Hidayatullah.com Setelah menganalisa dan melihat perkembangan serta dinamika yang terjadi di lapangan, Kabasarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito akhirnya memperpanjang operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 selama 3 hari.

“Operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 kami perpanjang lagi selama tiga hari,” tegas Kabasarnas saat konferensi pers di Posko Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Senin (18/01/2021) pukul 16.30 WIB.

Ini merupakan perpanjangan yang kedua. Keputusan tersebut diambil setelah Kabasarnas melaksanakan rapat dengan stakeholder, baik dari unsur TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, KNKT, DVI, Bakamla, KPLP, dan Potensi SAR lainnya.
“Fokus kami adalah menemukan human remain, semakin banyak maka akan mempermudah tim DVI dalam mengidentifikasikan korban,” lanjutnya sebagaimana keterangannya.

Kabasarnas juga menyampaikan hasil operasi SAR obyek pencarian keseluruhan pada hari ke-10 hingga Senin (18/01/2021) sore. Terperinci 310 human remains, 60 serpihan pesawat, dan 55 potongan material besar pesawat.

Terkait rencana operasi SAR hari ke-11, Selasa (19/01/2021), Basarnas masih tetap melaksanakan proses pencarian seperti sebelumnya.

Area permukaan terbagi dalam 6 sektor, dan bawah air terbagi dalam 4 sektor, serta penyisiran di sepanjang garis pantai dengan mengerahkan para nelayan.

Untuk operasi pencarian malam hari, Basarnas masih mengandalkan operasional KRI Rigel TNI AL, KR Baruna Jaya BPPT, KN Ara Kemenkomarves, dan KN SAR Wisnu Basarnas, yang dilengkapi peralatan bawah air (underwater) seperti Multibeam Echosounder, Scan Side Sonar, Remotely Operated Vehicle (ROV), dan Ultra Short Base Line (USBL) transponder. Kapal-kapal tersebut menyisir 4 sektor.

Pada penyisiran tersebut, ROV masing-masing kapal akan mengirimkan citra. Jika citra itu masuk dalam obyek pencarian maka akan diberi marking (tanda) koordinat. Koordinat-koordinat itulah yang selanjutnya dicari dan dievakuasi oleh tim penyelam keesokan harinya.

Area pencarian bawah laut oleh tim penyelam juga telah dipersempit dan difokuskan pada posisi koordinat jatuhnya pesawat. Tim selam dibagi menjadi 4 sektor area. Masing-masing sektor luas areanya 15 meter persegi dengan kedalaman air 16,4 meter.

Sektor 1 oleh Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair). Sektor 2 oleh Detasemen Jalamangkara (Denjaka) dan Pengintaian Amfibi (Taifib). Sektor 3 oleh Basarnas Special Froup (BSG), Polisi, Bea Cukai, Bakamla, Possi, Indonesia Diver Rescue Team (IDRT), dan Potensi SAR lainnya. Serta, Sektor 4 oleh Kopaska (Komando Pasukan Katak).

Mereka melakukan penyelaman untuk mencari human body remains, material pesawat, dan memori Cockpit Voice Recorder (CVR) pada poin-poin yang telah diberi marking ROV.

Terkait pencarian memori CVR, tim penyelam masih melakukan pencarian secara manual atau konvensional. Dengan kondisi bawah laut yang banyak terdapat serpihan pesawat dan berlumpur dan arus bawah air, para penyelam cukup kesulitan dan membutuhkan waktu relatif lama.

Ya, karena dua pinger atau underwater locator beacon (ULB) CVR tersebut sudah terlepas dan telah ditemukan bersamaan dengan penemuan Flight Data Recorder (FDR). Sementara temuan terakhir tim penyelam merupakan casing atau bungkus CVR.

Data ini sangat diperlukan oleh tim KNKT karena memori tersebut menyimpan semua percakapan terakhir pilot dan kru pesawat Sriwijaya SJ-182 untuk mengungkap jatuhnya pesawat naas tersebut.
“Operasi ini kami laksanakan 24 jam, siang dan malam hari,” ungkap Kabasarnas.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua AILA: CEDAW Menyerang Nilai-nilai Islam

Ketua AILA: CEDAW Menyerang Nilai-nilai Islam

Datangi Kemenag Kota Bandung, Warga Karasak Pertanyakan Keluarnya Ijin Gereja Rehoboth

Datangi Kemenag Kota Bandung, Warga Karasak Pertanyakan Keluarnya Ijin Gereja Rehoboth

Komisi X: Mendikbud Nadiem Hadapi Tumpukan Masalah Pendidikan

Komisi X: Mendikbud Nadiem Hadapi Tumpukan Masalah Pendidikan

Dalam Kasus Ahok, MUI Dinilai Terdegradasi oleh Pemerintah

Dalam Kasus Ahok, MUI Dinilai Terdegradasi oleh Pemerintah

Saran Sekum Muhammadiyah kepada Pemerintah soal WNI Eks ISIS

Saran Sekum Muhammadiyah kepada Pemerintah soal WNI Eks ISIS

Baca Juga

Berita Lainnya