Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

MDMC Terjun di Kalsel: Banjir Tinggi dan Jembatan Rusak Sulitkan Pengiriman Bantuan

MDMC
Relawan Muhammadiyah menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Kalimantan Selatan.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (Muhammadiyah Disaster Management Center/MDMC) Kalimantan Selatan turut serta terjun ke lokasi banjir di Kalsel yang meluas beberapa hari ini.

Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah Arif Jamali dalam keterangannya di Yogyakarta diterima hidayatullah.com, Ahad (17/01/2021), mengungkapkan, banjir yang melanda Kalsel sejak pekan lalu, Ahad (10/01/2021) hingga Sabtu kemarin belum surut, bahkan intensitas hujan tinggi masih sering terjadi.

“Ini mengakibatkan di banyak daerah ketinggian air bisa mencapai 2 – 3 meter dan mengalami isolasi. Daerah yang sempat terisolir beberapa hari adalah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang beribu kota di Barabai,” jelasnya.

Menyikapi situasi itu, Muhammadiyah melalui MDMC Kalsel mengerahkan ratusan relawan untuk membantu warga yang terdampak. MDMC Kalsel membuka pos koordinasi di Kabupaten Banjar dan pos pelayanan di Banjarmasin, Banjarbaru, Tabalong, Tapin, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.

Baca: Longsor Sumedang, Tim SAR Gabungan Temukan 28 Korban Meninggal

Relawan yang terlibat selain relawan MDMC sendiri ada juga relawan dari Lazismu dan unsur organisasi otonom Muhammadiyah. Seperti Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Tapak Suci, dan kepanduan Hizbul Wathan.

Ketua MDMC Kalsel, Ginanjar Sutrisno, menyampaikan berbagai layanan yang saat ini dijalankan antara lain evakuasi warga, distribusi logistik, dan dapur umum. Bantuan yang sudah disalurkan di antaranya berupa bahan makanan pokok, uang tunai, selimut, sarung, tikar, bantal, guling, terpal, makanan bayi, dan peralatan MCK.

“Selain itu kami juga menyediakan makanan siap saji melalui dapur umum di semua pos pelayanan bagi warga yang membutuhkan. Seratusan lebih relawan dapur umum setiap harinya membuat nasi bungkus untuk warga dengan. Sedangkan jumlah makanan yang dibagikan per harinya di Martapura 5.000 bungkus, Banjarbaru 4.500, Tanah Laut 5.000, dan Hulu Sungai Selatan 5.500,” katanya.

Baca: Gunung Semeru Meletus, Banjir Halmahera, Longsor Manado, Menambah Daftar Bencana Awal 2021

Ginanjar mengungkapkan kendala yang mereka hadapi di lapangan terutama adalah tingginya air banjir menyebabkan yang para relawan mengalami kesulitan untuk membantu warga. Bahkan di Hulu Sungai Tengah, jembatan penghubung mengalami kerusakan sehingga akses sempat terputus.

Ia menambahkan, pada Jumat (15/01/2021), 4 tim relawan dari poskor Banjabaru, pos pelayanan Tabalong, Tapin dan Hulu Sungai Selatan (HSS), dan posko induk di Kab. Banjar ditugaskan untuk menembus Hulu Sungai Tengah melalui Tapin dan Tabalong dengan membawa bantuan logistik berupa bahan makanan pokok.

“Alhamdulillah setelah berjuang menembus isolasi di Hulu Sungai Tengah, relawan kami bisa menjangkau Kota Barabai dengan selamat dan menyerahkan bantuan logistik ke pos pelayanan kami di sana. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban warga disana,” sebutnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Agen Jamaah Haji Lewat Filipina Dinilai Tak Berizin

Agen Jamaah Haji Lewat Filipina Dinilai Tak Berizin

Alexis Bantah Lakukan Pelanggaran, Pemprov: Setiap Usaha Harus Taat Aturan

Alexis Bantah Lakukan Pelanggaran, Pemprov: Setiap Usaha Harus Taat Aturan

Pemerintah Myanmar Janji Respon Cepat Krisis Rohingya

Pemerintah Myanmar Janji Respon Cepat Krisis Rohingya

Ketua DDII: Waspadai Paham Pluralisme yang Salah

Ketua DDII: Waspadai Paham Pluralisme yang Salah

Luapan Baru Sikap Paranoid terhadap Islam

Luapan Baru Sikap Paranoid terhadap Islam

Baca Juga

Berita Lainnya