Rabu, 7 Juli 2021 / 27 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Longsor Dua Kali di Sumedang, 11 Warga Meninggal

BNPB
Tana longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (09/01/2021).
Bagikan:

Hidayatullah.com- Tanah longsor dua kali terjadi di wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (09/01/2021). Longsor pertama terjadi di sekitar kawasan tersebut pada pukul 16.00 WIB. Tanah longsor kembali terjadi pada sekitar pukul 19.30 WIB.

Longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil. Longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang per Ahad dini hari (10/01/241) mencatat korban luka 18 jiwa dan meninggal dunia 11.

Dari jumlah meninggal, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban.

“Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespon longsoran pertama. Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, dalam siaran persnya, Ahad (10/01/2021) pagi.

Pantauan BPBD setempat korban susulan dari petugas gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan warga yang menonton di sekitar lokasi. Sedangkan kerugian material, data sementara mencatat 1 jembatan dan beberapa jalan terputus akibat longsor.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB menerima informasi terakhir pada Sabtu (09/01/2021) sekitar pukul 23.30 WIB hujan telah reda. Hingga tadi malam, tim gabungan masih melakukan proses pencarian dengan menekankan keamanan dan keselamatan tim. Kebutuhan mendesak saat ini yaitu alat berat untuk memindahkan material longsoran.

Intensitas hujan tinggi pada Sabtu (09/01/2021) menyebabkan kejadian bencana di beberapa titik wilayah Jawa Barat, seperti di Garut dan kawasan lain di Sumedang.

BNPB menyatakan, Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektare.

Dilihat dari prakiraan cuaca Info BMKG, pada hari ini, Ahad (10/01/2021) dan esok, kecamatan Cimanggung masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir. Sedangkan wilayah Provinsi Jawa Barat, terpantau berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

BNPB berharap masyarakat dapat tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang. Persiapan diri sendiri, keluarga, dan komunitas sangat dibutuhkan sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari sedini mungkin, khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Menyikapi puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021, BNPB telah mengingatkan BPBD Provinsi untuk melakukan upaya peringatan dini dan kesiapsiagaan, khususnya di BPBD kabupaten dan kota.

BNPB menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di 34 provinsi untuk terus berkoordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten dan kota. Peringatan dini dan kesiapsiagaan ini didasari data prakiraan potensi banjir dan longsor pada Januari 2021 dari BMKG, yang bekerja sama dengan Kementerian PUPR, BIG, dan PVMBG.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Sayangkan Pemberitaan Tendensius

MUI Sayangkan Pemberitaan Tendensius

Mahfud MD: Penyelenggara Haji Harus Tetap Pemerintah

Mahfud MD: Penyelenggara Haji Harus Tetap Pemerintah

KH Hasyim Muzadi: HAM di Indonesia Belum Dipancasilakan

KH Hasyim Muzadi: HAM di Indonesia Belum Dipancasilakan

Prabowo Sebut Ada Paradoks dalam Ekonomi Indonesia

Prabowo Sebut Ada Paradoks dalam Ekonomi Indonesia

Selama Pandemi, Pemerintah Libatkan 11 Jasa Telemedicine Gratis Pasien Isolasi Mandiri

Selama Pandemi, Pemerintah Libatkan 11 Jasa Telemedicine Gratis Pasien Isolasi Mandiri

Baca Juga

Berita Lainnya