Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Penembakan Anggota FPI, Komnas HAM Uji Balistik Barang Bukti di Bareskrim: Libatkan Pindad dan Masyarakat Sipil

Hidayatullah.com
Gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jl Latuharhary, No 4B, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2020) 'dibanjiri' karangan bunga sebagai bentuk dukungan kepada Komnas HAM agar mengungkap dugaan pelanggaran HAM terkait kasus penembakan dan kematian 6 anggota Front Pembela Islam.
Bagikan:

Hidayatullah.com– M Choirul Anam, Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM atas kematian enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak aparat kepolisian di Tol Cikampek, mengatakan saat ini tim penyidik telah menyerahkan barang bukti ke Bareskrim untuk dilakukan pengujian.

“Tim Penyelidikan Komnas HAM RI, hari ini, 30 Desember 2020 telah menyerahkan barang bukti yang dimiliki Tim Penyelidik Komnas HAM kepada Puslabfor Bareskrim Polri untuk diuji,” kata M Choirul Anam melalui keterangan tertulisnya, Rabu (30/12/2020) malam.

Baca: Selidiki Kematian 6 Anggota FPI, Komnas HAM Mengaku Terima Tindakan Doxing dan Serangan Personal

Nantinya, kata Choirul pengujian itu dilakukan dengan berbagai tahapan. Di antaranya pengujian menggunakan alat berbasis computerized untuk membuktikan apakah logam merupakan bagian dari peluru atau tidak, melihat dan membuktikan identifikasi balistik finger print. Termasuk menguji serpihan mobil.

“Proses uji balistik ini berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga saat ini (pukul 20.41) WIB masih berlangsung). Proses uji labfor ini dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan melibatkan ahli dari PT. Pindad dan masyarakat sipil,” ungkapnya.

Baca: Ulama, Tokoh, dan Ormas Islam Dukung Komnas HAM Usut Tuntas Kasus Penembakan

Lebih jauh, Choirul menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang menjadikan proses ini berjalan baik.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadikan proses ini berjalan dengan baik, khususnya kepada Puslabfor, Reskrim Mabes Polri, Reskrimum Polda Metro Jaya, ahli dari PT. Pindad, masyarakat sipil, dan semua pihak yang menyaksikan dan mendukung segala proses yang tim lakukan,” terangnya.

Komnas HAM RI berharap semoga peristiwa ini segera dapat terlihat secara terang benderang,” tutup keterangan tersebut.

Enam anggota FPI meninggal dunia setelah ditembak aparat polisi pada Senin (07/12/2020) dinihari di Karawang, Jawa Barat. Kasus ini mendapat sorotan bahkan oleh dunia internasional. Banyak pihak menduga telah terjadi pelanggaran HAM berat dalam peristiwa ini.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

PP Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu Merapat ke Prabowo

PP Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu Merapat ke Prabowo

Batal Lantik BG, Jokowi Usulkan Badrodin Haiti Calon Kapolri

Batal Lantik BG, Jokowi Usulkan Badrodin Haiti Calon Kapolri

Viral Postingan “Klepon Haram”, Diduga Pengalihan Isu, Felix Siauw: Ada yang Bikin Fitnah

Viral Postingan “Klepon Haram”, Diduga Pengalihan Isu, Felix Siauw: Ada yang Bikin Fitnah

UBN: Islam Wasathiyah Cara Beragama Penuh Toleransi

UBN: Islam Wasathiyah Cara Beragama Penuh Toleransi

Warganet Serukan #RakyatKawalKeputusanMK

Warganet Serukan #RakyatKawalKeputusanMK

Baca Juga

Berita Lainnya