Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Polisi Menaikkan Kasus Kerumunan Aksi 1812 ke Tingkat Penyidikan

Dadang Mustofa/ina
[Foto: Dadang Mustofa/ina]
Bagikan:

Hidayatullah.com– Polda Metro Jaya telah menaikkan kasus pelanggaran protokol kesehatan pada kerumunan massa saat aksi 1812 ke tingkat penyidikan. Polisi mengklaim ada tindak pidana kerumunan.

“Kemarin kita lakukan penyelidikan, sembilan kita lakukan klarifikasi dan gelar perkara dan hari ini naik ke tingkat penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat ditemui di kawasan Monas, Senin (21/12/2020) dikutip laman Antara News.

Yusri mengatakan berdasarkan hasil gelar perkara, Kepolisian menemukan adanya tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan dalam kasus kerumunan tersebut sehingga kasus dinaikkan ke tahap penyidikan. “Dipersangkakan di Pasal 169 atau 160 di KUHP, Pasal 93 di Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” katanya.

Langkah penyidik selanjutnya adalah memanggil kembali penanggung jawab dan panitia hingga koordinator lapangan aksi untuk diperiksa sebagai saksi dalam tahap penyidikan.  “Rencana ke depan akan kami panggil termasuk panitia dan penyelenggara sebagai saksi dulu,” kata Yusri.

Polda Metro Jaya bersama TNI-Satpol PP membubarkan ​aksi 1812 yang berasal dari beberapa ormas, antara lain, Persaudaraan Alumni (PA) 212, FPI dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/12/2020).  Kepolisian tidak memberi izin kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum kepada para simpatisan Habib Rizieq Shihab (HRS).

Polda Metro Jaya tidak memberikan izin rencana aksi menuntut pembebasan Rizieq itu karena masa pandemi sehingga berpotensi terjadi kerumunan yang menimbulkan klaster Covid-19.  Polisi kemudian mengamankan sebanyak 455 orang dalam aksi tersebut dan semua yang diamankan diharuskan mengikuti tes cepat (rapid test). Sebanyak 28 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet untuk pemeriksaan lebih lanjut.*

 

 

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Pemerintah Terkesan Abaikan Kiprah NII

Pemerintah Terkesan Abaikan Kiprah NII

Partai Gelora Minta Pemerintah Tahan Diri untuk Impor, Sekarang Perlu Kemandirian

Partai Gelora Minta Pemerintah Tahan Diri untuk Impor, Sekarang Perlu Kemandirian

BPN Bawa Bukti 73 Ribu Lebih Kesalahan Input, Desak KPU Hentikan Situng

BPN Bawa Bukti 73 Ribu Lebih Kesalahan Input, Desak KPU Hentikan Situng

Anak Serap Lebih Banyak Pengetahuan Lewat Permainan

Anak Serap Lebih Banyak Pengetahuan Lewat Permainan

Ironis, Masalah Kesejahteraan Guru Honorer Tak Kunjung Selesai

Ironis, Masalah Kesejahteraan Guru Honorer Tak Kunjung Selesai

Baca Juga

Berita Lainnya