Jum'at, 26 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pengacara Datangi Polda Metro untuk Minta Surat Panggilan Pemeriksaan HRS dkk

Istimewa
Aziz Yanuar, Kuasa Hukum FPI yang juga Wasekum FPI.
Bagikan:

Hidayatullah.com- Tim pengacara Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Polda Metro Jaya di Jakarta diagendakan pada Jumat (11/12/2020) terkait penetapan tersangka terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan 5 orang FPI lainnya.

Agenda tim pengacara itu untuk meminta surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka terhadap 6 tersangka kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

“Kami tim kuasa hukum akan mendatangi Polda Metro Jaya pagi ini untuk meminta surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka atas seluruh tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana sebagaimana surat penetapan tersangka no B/20079/XII/Res.1.24/2020/Ditreskrimum tertanggal 9 Desember 2020,” ujar pengacara FPI Aziz Yanuar yang juga Wasekum FPI kepada hidayatullah.com dalam pesan singkatnya sekitar pukul 9 WIB kurang Jumat pagi.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Fadil Imran dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/12/2020), menyatakan pihaknya akan menangkap para tersangka kasus kerumunan tersebut termasuk HRS. “Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan. Saya ulangi, terhadap para tersangka, penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan,” ujar Kapolda dengan nada tegas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan penetapan status tersangka itu dilakukan berdasar hasil gelar perkara penyidikan yang dilakukan pada Senin (07/12/2020). Dalam perkara ini, HRS dipersangkakan dengan pasal 160 dan 216 KUHP. HRS terancam hukuman pidana enam tahun penjara sebagaimana termaktub dalam Pasal 160 KUHP. Sedangkan lima tersangka lainnya dipersangkakan dengan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Mereka terancam dengan hukuman 1 tahun penjara.

Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon mengkritik langkah Kapolda Metro Jaya tersebut. Waketum Partai Gerindra ini mempertanyakan langkah Kapolda yang akan menangkap HRS sementara sebelumnya aparat kepolisian telah menembak mati 6 anggota FPI, Senin (07/12/2020).

Fadli Zon mempertanyakan apakah demikian yang dilakukan penegak hukum dalam menegakkan hukum di Indonesia yang merupakan negara hukum ini. “Sudah 6 anggota FPI ditembak mati dg kejam, kini ditetapkan tersangka “prokes”, apa ini penegakan hukum di negara hukum?” ungkap Fadli Zon pada Kamis (10/12/2020).*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

KUII VII Membahas Beragam Persoalan Keumatan

KUII VII Membahas Beragam Persoalan Keumatan

92 Rekeningnya Dibekukan, Pengacara: Semua Rekening FPI adalah Dana Kemanusiaan

92 Rekeningnya Dibekukan, Pengacara: Semua Rekening FPI adalah Dana Kemanusiaan

YLA duga Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis Eksploitasi Anak

YLA duga Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis Eksploitasi Anak

Ubaid Bantah Kesimpulan Saksi Ahli

Ubaid Bantah Kesimpulan Saksi Ahli

Raja Salman Shalat Sunnah di Istiqlal, Disambut Ribuan Umat Islam

Raja Salman Shalat Sunnah di Istiqlal, Disambut Ribuan Umat Islam

Baca Juga

Berita Lainnya