Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kasus Penembakan Anggota FPI, IPW Desak Tim Pencari Fakta Independen

Dok Tempo
Ketua Presidium IPW Neta S Pane
Bagikan:

Hidayatullah.com- Menyusul kasus penembakan mati enam anggota Front Pembela Islam (FPI), Senin (07/12/2020), Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar segera dibentuk Tim Pencari Fakta Independen untuk mengungkapkan, apa yang terjadi sebenarnya. Sebab antara versi Polri dan versi FPI sangat jauh berbeda penjelasannya.

“Polri mengatakan, anggotanya ditembak Laskar Khusus FPI yang mengawal Rizieq. Apakah benar bahwa Laskar PFI itu membawa senjata dan menembak polisi? Agar kasus ini terang benderang anggota Polri yang terlibat perlu diamankan terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya diperoleh hidayatullah.com, Senin.

Sebab menurut siaran pers FPI, rombongan Habib Rizieq lah yang lebih dulu dihadang sekelompok orang yang berpakaian sipil, sehingga mereka menduga akan dirampok orang tak dikenal di jalan tol.

Selain itu, IPW mendesak Presiden Joko Widodo agar segera mencopot Kepala Polri dan Kabaintelkam Polri terkait kasus penembakan anggota FPI tersebut.

“Presiden Jokowi harus segera mencopot Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kabaintelkam Polri Komjen Rycko Amelza, sehubungan terjadinya kasus penembakan yang menewaskan enam anggota FPI di Tol Cikampek, Jawa Barat pada Senin, 7 Desember 2020 subuh,” ujarnya.

IPW mencatat, dalam kasus Cikampek ini muncul sejumlah pertanyaan. Pertama, jika benar FPI mempunyai laskar khusus yang bersenjata. “Kenapa Baintelkam tidak tahu dan tidak melakukan deteksi dan antisipasi dini serta tidak melakukan operasi persuasif untuk “melumpuhkannya”,” ujar Neta mempertanyakan.

Kedua, tambahnya, pakah pengadangan terhadap rombongan Habib Rizieq di KM 50 Tol Cikampek arah Karawang Timur itu sudah sesuai SOP, mengingat polisi pengadang mengenakan mobil dan pakaian preman.

“Ketiga, jika Polri menyebutkan bahwa anggotanya ditembak lebih dulu oleh Laskar Khusus FPI, berapa jumlah tembakan itu dan adakah bukti-bukti, misalnya ada mobil polisi yang terkena tembakan atau proyektil peluru yang tertinggal,” ujarnya.

Keempat, lanjut IPW, dimana TKP tewas tertembaknya keenam anggota laskar FPI itu karena menurut rilis FPI keenam anggotanya itu diculik bersama mobilnya di jalan tol.

“Kelima, keenam anggota FPI yang tewas ditembak itu bukanlah anggota teroris, sehingga polisi wajib melumpuhkannya terlebih dahulu karena polisi lebih terlatih dan polisi bukan algojo tapi pelindung masyarakat,” ujarnya.

Keenam, sambung IPW, jalan tol adalah jalan bebas hambatan sehingga siapa pun yang melakukan pengadangan di jalan tol adalah sebuah pelanggaran hukum, kecuali si pengandara nyata-nyata sudah melakukan tindak pidana.

Ketujuh, pengadangan yang dilakukan oleh mobil sipil dan orang-orang berpakaian preman, patut diduga sebagai pelaku kejahatan di jalan tol, mengingat banyak kasus perampokan yang terjadi di jalanan yang dilakukan orang tak dikenal. Jika polisi melakukan pengadangan seperti ini sama artinya polisi tersebut tidak promoter,” ujarnya.

Menurut IPW, dengan tewas tertembaknya keenam anggota FPI itu, yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini adalah Kapolri Idham Azis.

“Tidak promoternya Idham Azis dalam mengantisipasi kasus Rizieq sudah terlihat sejak kedatangan pimpinan FPI itu di Bandara Soetta, yang tidak diantisipasi dengan profesional tapi terbiarkan hingga menimbulkan masalah,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Mendagri: SKB Ahmadiyah Tidak Ada Masalah

Mendagri: SKB Ahmadiyah Tidak Ada Masalah

112 Pengacara Kawal Sidang Alfian Tanjung

112 Pengacara Kawal Sidang Alfian Tanjung

PNS di Pidie Jaya akan Dites Baca Al-Quran

PNS di Pidie Jaya akan Dites Baca Al-Quran

Doa Tahlil Laskar FPI

Pakar Hukum Pidana: Adanya Bekas Penyiksaan di Tubuh Korban Laskar FPI jadi Petunjuk Terjadinya Kejahatan HAM Berat

FPI Siap Beraksi Jika Kongres Gay Masih Diadakan

FPI Siap Beraksi Jika Kongres Gay Masih Diadakan

Baca Juga

Berita Lainnya