Sabtu, 10 Juli 2021 / 30 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Polri Tunduk Hukum Indonesia Meski PBB Legalkan Ganja

Daun ganja.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) resmi melegalkan tanaman ganja dengan memindahkan klasifikasinya dari level ke IV ke level I.  Perpindahan klasifikasi tersebut artinya, status ganja sebagai obat berbahaya telah dihilangkan berganti jadi diakui manfaatnya.

Sementara itu Dirnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Siregar, mengatakan, pandangan hukum kepolisian terhadap ganja adalah tetap tunduk pada aturan hukum dan perundang-undangan Pemerintah Republik Indonesia, bahwa ganja merupakan psikotropika atau obat berbahaya. “Pandangan Polri tentang isu legalisasi ganja untuk kepentingan media, selaras dengan pandangan negara,” kata Krisno kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/12/2020) dikutip KBRN.

Indonesia merupakan salah satu negara yang tergabung dalam PBB.  Namun sikap Indonesia masih kontra dengan keputusan PBB dalam melegalkan ganja untuk kepentingan medis.

Perlu diketahui, bahwa isu dimaksud telah menjadi bahan perdebatan anggota PBB beberapa tahun terakhir.  Perubahan klasifikasi ganja tersebut disahkan pada pemungutan suara di Commission on Narcotics Drugs (CND) yang merupakan sebuah lembaga di bawah PBB pada 2 Desember 2020.

Dari voting yang dilakukan, ternyata 27 negara menerima, 25 negara menolak (termasuk Indonesia), dan satu negara abstain.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Selain Ilegal, Seminar LGBT Dibubarkan FPI karena Tak Direstui Masyarakat

Selain Ilegal, Seminar LGBT Dibubarkan FPI karena Tak Direstui Masyarakat

Soal Temuan Bumbu Babi di Solaria, MUI Imbau Umat Waspada

Soal Temuan Bumbu Babi di Solaria, MUI Imbau Umat Waspada

Mendikbud Dukung Tes Urine pada Penyaringan Mahasiswa

Mendikbud Dukung Tes Urine pada Penyaringan Mahasiswa

DS Al-Irsyad Al-Islamiyyah Dukung Anies Lepas Saham Bir

DS Al-Irsyad Al-Islamiyyah Dukung Anies Lepas Saham Bir

Sharia Economic Days: Perbankan Syari’ah Kurang Sumber Daya Insani

Sharia Economic Days: Perbankan Syari’ah Kurang Sumber Daya Insani

Baca Juga

Berita Lainnya