Senin, 5 Juli 2021 / 25 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

MUI Jabar: Adzan Jihad Haram, Salahi Syariat

Logo MUI
Bagikan:

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat bersama dengan organisasi Islam lainnya sepakat bahwa seruan adzan jihad adalah haram karena menyalahi syariat agama.  Ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafei mengatakan perubahan lafaz adzan dari ‘Hayya alash-shalah ‘ menjadi ‘hayya alal jihad’ memang tidak boleh menurut syariat.

“Adzan itu sudah dari sananya tidak bisa diganggu gugat, diubah, tidak tambah tidak kurang,” kata Rahmat di Kantor MUI Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (04/12/2020) dikutip laman Antara News.

Menurut Rahmat, adzan yang memuat ajakan jihad itu dapat dipersepsi secara multitafsir. Padahal, kata dia, Indonesia merupakan negara yang damai.  “Adzan dengan hayya alal jihad itu menyulut kerusuhan, keributan, bahkan bisa memunculkan pertempuran,” kata dia.

Meski begitu, berdasarkan aturan di agama, para pelaku itu dapat dimaafkan apabila mereka memohon maaf dan juga bertaubat. Selebihnya, mereka perlu diberi edukasi bahwa adzan dengan lafaz jihad itu merupakan perbuatan tidak benar.

Namun dalam penegakan hukum, menurut dia, penyelesaian kasus adzan yang di luar syariat itu menyesuaikan dengan hukum di negaranya masing-masing karena penyimpangan adzan itu berpotensi juga terdapat unsur pelecehan.  “Walaupun disengaja, tapi di dalam agama itu barang siapa taubat dan memperbaiki diri, itu masalah selesai. Tapi soal hukum di Indonesia, unsur-unsurnya harus dilihat apakah melecehkan atau tidak,” kata dia.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Klaim Paling Pancasila Dinilai Timbulkan Saling Curiga Sesama Anak Bangsa

Klaim Paling Pancasila Dinilai Timbulkan Saling Curiga Sesama Anak Bangsa

Qurban dan Perubahan Diri

Qurban dan Perubahan Diri

Tayangan Infotainment Terancam Disensor LSF

Tayangan Infotainment Terancam Disensor LSF

Tiga NGO Indonesia Siap Salurkan Bantuan Rp 1 Milyar ke Rohingya

Tiga NGO Indonesia Siap Salurkan Bantuan Rp 1 Milyar ke Rohingya

UAS: Bangkitkan Politik Islam, 2018-2019 Umat Bersatu

UAS: Bangkitkan Politik Islam, 2018-2019 Umat Bersatu

Baca Juga

Berita Lainnya