Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

ULMWP Deklarasikan Papua Barat Merdeka, PKS Desak Pemerintah Tidak Anggap Remeh

istimewa
Tokoh ULMWP Benny Wenda
Bagikan:

Hidayatullah.com– Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) mendeklarasikan kemerdekaan dan pemerintahan sementara pada Selasa (01/12/2020) serta menominasikan Benny Wenda, pemimpin yang diasingkan dan berbasis di Inggris, sebagai presiden sementara provinsi itu.

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menilai perkembangan situasi ini perlu disikapi secara serius oleh pemerintah. Menurutnya dalam menangani permasalahan Papua yang berlarut-larut perlu dengan pendekatan yang komprehensif.

“Jangan anggap remeh perkembangan ini, kita tidak ingin Papua berakhir seperti Timor-Timur. Masih terus terjadi penembakan dan serangan kepada aparat dan masyarakat sipil, menunjukkan situasi di Papua belum stabil. Penanganan terhadap masalah Papua yang selama ini dilakukan harus dikoreksi secara sistematis baik di tingkat pemerintah pusat ataupun di daerah,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Rabu (02/12/2020) lewat pernyataannya.

Mengutip hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wakil Ketua Fraksi PKS ini menyebut masih ada 4 akar masalah yang hingga saat ini masih dijumpai di Papua. Diskriminasi dan rasialisme, pembangunan di Papua yang belum mengangkat kesejahteraan, pelanggaran HAM, serta soal status dan sejarah politik Papua.

“Otonomi khusus sudah berjalan hampir 20 tahun tetapi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua masih tertinggal dari daerah lain, padahal sudah puluhan triliun anggaran disalurkan. Belum lama ini muncul pemberitaan soal perusahaan sawit yang mengelola puluhan ribu hektare lahan yang berdampak hilangnya hak ulayat warga Papua. Ini menunjukkan tanah Papua selama ini hanya jadi lahan eksploitasi, pembangunan belum tuntas memanusiakan manusia,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Anggota DPR RI asal Yogyakarta ini meminta pemerintah agar segera menyatukan berbagai desk Papua di berbagai kementerian dalam satu koordinasi di bawah Presiden secara langsung. Ini perlu segera dilakukan supaya koordinasi penanganan Papua bisa dilakukan secara lebih komprehensif dan supaya rakyat Papua betul-betul merasakan pembangunan, bukan hanya segelintir orang yang menjadi pejabat atau pendatang.

“Saat ini yang masih menonjol pendekatan keamanan. Ini penting, tetapi soal kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan penumbuhan ekonomi rakyat juga tidak kalah penting. Pelibatan warga Papua dalam proses ini juga mutlak dilakukan. Saya yakin mayoritas warga Papua tetap ingin bersama NKRI. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah sungguh-sungguh mengatasi akar masalah yang ada, ini yang akan pengaruhi masa depan Papua,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pendatang Baru di Tubuh PPP Banyak “Pengamen”

Pendatang Baru di Tubuh PPP Banyak “Pengamen”

Tak Terganggu Acara Umat Islam, FPI Payungi Pangantin Kristiani Menuju Gereja Katedral

Tak Terganggu Acara Umat Islam, FPI Payungi Pangantin Kristiani Menuju Gereja Katedral

Pasangan KH  Mutawakkil dan Akh Zakki jadi Pemimpin MUI Jatim yang Baru

Pasangan KH Mutawakkil dan Akh Zakki jadi Pemimpin MUI Jatim yang Baru

KH Ma’ruf Amin Berharap, Ormas-ormas Islam Tingkatkan Profesionalitasnya

KH Ma’ruf Amin Berharap, Ormas-ormas Islam Tingkatkan Profesionalitasnya

Pemerintah Diminta Tidak Berpihak dalam Kontestasi Pilkada Jakarta

Pemerintah Diminta Tidak Berpihak dalam Kontestasi Pilkada Jakarta

Baca Juga

Berita Lainnya