Rabu, 27 Januari 2021 / 14 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Prof Din: MUI Harus Mengukuhkan Posisi sebagai Mitra Kritis Pemerintah

zulkarnain/hidayatullah.com
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Prof Din Syamsuddin
Bagikan:

Hidayatullah.com– Jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional X Majelis Ulama Indonesia, Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Prof M Din Syamsuddin menyampaikan sejumlah pesannya kepada MUI terkait Munas yang akan dibuka Presiden Joko Widodo, Rabu (25/11/2020).

“MUI harus mengukuhkan posisi sebagai mitra kritis pemerintah, dengan tidak segan dan sungkan membela jika pemerintah benar dan mengoreksi jika ia salah. Elan vital sebagai Gerakan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar harus tetap ditegakkan. MUI perlu dipimpin oleh ulama yang berintegritas dan beristiqamah memperdulikan nasib umat Islam,” salah satu pesan Din dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (24/11/2020) diterima hidayatullah.com.

Ketua Umum MUI periode 2014 – 2015 ini pun meminta kepada Dewan Pimpinan MUI agar memastikan bahwa Munas X berlangsung sesuai Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga MUI. “Pelanggaran terhadap kedua rujukan dasar tersebut akan mengurangi keabsahan hasil Munas dan mencederai marwah organisasi,” imbuh Din.

Din berpesan agar Munas dapat menghasilkan kepengurusan yang memantapkan fungsi MUI sebagai Khadimul Ummah wa Shodiqul Hukumah, yakni pelayan umat dan mitra kritis pemerintah.

Baca: Siapa Pengganti KH Ma’ruf Amin? Ini Kriteria Sosok Ulama Ketua Umum MUI yang Diharapkan

Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015 ini pun berpesan agar MUI memantapkan diri sebagai wadah musyawarah ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim, dengan menjadi tenda besar bagi seluruh organisasi dan lembaga umat Islam.

“Tiadalah baik jika MUI dikuasai oleh satu-dua organisasi. Maka kepemimpinan MUI masa depan perlu mengakomodasi segenap potensi umat Islam,” wejangnya.

Tak lupa, Din mengucapkan selamat bermusyawarah kepada segenap peserta. “Teriring harapan semoga Munas berjalan lancar, sukses, bermarwah dan bermartabat,” ujarnya.

Din pun mengaku tidak bisa menghadiri perhelatan lima tahunan MUI tersebut. “Dengan menyesal dan memohon maaf, karena alasan tertentu, saya tidak dapat menghadiri Munas,” ujarnya tanpa menjelaskan alasannya.

Munas X MUI akan berlangsung selama tiga hari pada Rabu hingga Jumat (27/11/2020) secara virtual dan tatap muka di Hotel Sultan, Jakarta. Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin diagendakan menutup munas tersebut.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Yusril: Hak Konstitusional Bercadar Tak Bisa Dikesampingkan Aturan Perguruan Tinggi

Yusril: Hak Konstitusional Bercadar Tak Bisa Dikesampingkan Aturan Perguruan Tinggi

ACT Genjot Pembangunan Rumah Belajar Anak di Tangsel

ACT Genjot Pembangunan Rumah Belajar Anak di Tangsel

Umat Islam Tetap Ingin Bubarkan Ahmadiyah

Umat Islam Tetap Ingin Bubarkan Ahmadiyah

Paguyuban Warteg se-Indonesia Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

Paguyuban Warteg se-Indonesia Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

Inilah 12 Alasan Ilmiah dalam Islam Mengapa Babi Dinyatakan Haram

Inilah 12 Alasan Ilmiah dalam Islam Mengapa Babi Dinyatakan Haram

Baca Juga

Berita Lainnya