Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 Ketiga Kalinya

Dok. MUI
Penyerahan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari WQA kepada MUI Pusat, di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Senin (23/11/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional X, Majelis Ulama Indonesia kembali mempertahankan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari World Quality Assurance (WQA). Tahun 2020 ini menjadi ketiga kalinya MUI mendapatkan sertifikat tersebut. Sebelumnya MUI mulai menjalankan ISO ke dalam sistem organisasi sejak tahun 2018.

Menurut Ketua Tim ISO 90001:2015 MUI Pusat KH Rofiqul Umam Ahmad, dengan perolehan sertifikat untuk ketiga kalinya ini, komisi dan lembaga di MUI semakin banyak yang menerapkan program kerja sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Setiap komisi dan lembaga saat ini katanya selalu membuat laporan pertanggung jawaban paling lambat 14 hari setelah kegiatan/program berakhir. Mekanisme surat-menyurat di MUI pun menjadi semakin rapi.

Secara fisik, pasca adanya ISO 9001:2015, sejumlah ruangan MUI yang selama ini terbiarkan kosong menjadi termanfaatkan, terawat, dan terurus. Buku-buku bagus yang berserakan di beberapa ruangan kini tertata rapi di dalam perpustakaan MUI di lantai satu.

Mushalla yang sebelumnya berada di ruangan sempit di sisi Komisi Fatwa, kini menjadi lebih representatif di lantai satu, sebagaimana juga pantauan hidayatullah.com pada Senin (23/11/2020) di kantor MUI Pusat, Jakarta, tempat ibadah ini lebih baik daripada yang sebelumnya.

Rofiqul menilai, perolehan ketiga kali sertifikat itu sekaligus menandai keberhasilan kepengurusan MUI oleh Ketua Umum KH Ma’ruf Amin dan Sekjen Buya Anwar Abbas.

“Pertama tahun 2018 setelah berhasil memenuhi persyaratan, yang kedua tahun 2019 kembali mempertahankan sertifikat, dan ketiga tahun ini menjadi tahun terakhir dan akan berakhirnya kepengurusan MUI Pusat periode Kiai Ma’ruf Amin dan Buya Anwar Abbas, ini kita anggap sebagai program keberhasilan,” ujar Kiai Rofiq, Senin (23/11/2020) malam dalam acara Penyerahan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari WQA kepada MUI Pusat, di Gedung MUI Pusat, Jakarta dikutip dari website resmi MUI, Selasa (24/11/2020).

Penyerahan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari WQ kepada MUI Pusat, di Gedung MUI Pusat, Jakarta dikutip dari website resmi MUI, Selasa (24/11/2020).

Baca: Siapa Pengganti KH Ma’ruf Amin? Ini Kriteria Sosok Ulama Ketua Umum MUI yang Diharapkan

Sebentar lagi kepengurusan MUI 2015-2020 segera berakhir bertepatan pengurus baru pada Munas X MUI. Kiai Rofiq berharap program ISO ini dapat diteruskan oleh kepengurusan MUI periode berikutnya.

Pihak Steering Committee SC Munas X pun sudah mengantisipasi itu dengan memasukkan ISO ke dalam program unggulan Komisi B Munas/Komisi Program Kerja. “Kalau untuk MUI daerah, program unggulan garis besar yang akan dibahas di Munas adalah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 di sepuluh MUI Provinsi. Kalau di MUI Pusat, penerapan optimalisasi penerapan ISO 9001:2015,” jelasnya.

Dengan penerapan ISO itu diharapkan terjadi peningkatan setahap demi setahap dalam organisasi MUI, baik itu kinerjanya maupun aspek lainnya.

Sementara Regional Manager WQA Muhammad Aristian menilai MUI memang pantas mendapatkan sertifikat tersebut untuk ketiga kalinya. Ia menyatakan, telah terjadi perombakan besar di tubuh MUI Pusat, baik dari sisi fisik (bangunan) maupun sistem di dalamnya, selama tiga tahun belakangan.

“Sertifikat ini memang layak menjadi hak MUI. Kalau saya bandingkan, apa yang ada di MUI sangat baik. Banyak yang kondisinya di luar MUI yang berantakan. Prinsip ISO adalah perbaikan yang berkelanjutan. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari depan harus lebih baik dari hari ini,” ungkapnya semalam.

Baca: Munas X MUI Digelar Virtual dan Tatap Muka, Protokol Kesehatan Diterapkan Ketat

Adapun tantangan MUI ke depan yaitu bagaimana menyuarakan MUI secara lebih luas lagi. Selama ini menurutnya MUI hanya dikenal publik karena dua bidang saja yaitu fatwa makanan halal (LPPOM) dan ekonomi syariah (DSN MUI).

Padahal, jelas Aristian, di MUI banyak sekali komisi dan lembaga lain yang aktif mulai dari Gerakan Nasional Anti Narkoba (Gannas Annar) sampai Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup (LPLH). Ia mendorong bagaimana aktivitas MUI ini dikenal luar, selain peran DSN MUI dan LPPOM MUI.

“Secara garis besar sudah sangat baik, tapi bagaimana masyarakat menyadari itu, bagaimana teman-teman yang di luar sana bisa mengetahui itu,” ujar Aristian.

Sebagaimana diketahui, Munas X MUI akan digelar pada Rabu hingga Jumat (25-27/11/2020) pekan ini secara virtual dan secara tatap muka di Hotel Sultan, Jakarta. Munas akan dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kalau Cinta Damai, Kok Ingin Membunuh dan Merusak Acara Maulid?

Kalau Cinta Damai, Kok Ingin Membunuh dan Merusak Acara Maulid?

Fahira Nilai PPDB Jakarta Bisa Jadi Rujukan Kota Lain

Fahira Nilai PPDB Jakarta Bisa Jadi Rujukan Kota Lain

IKADI Bantah Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

IKADI Bantah Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

Indonesia Prihatin Kasus Kematian Khashoggi

Indonesia Prihatin Kasus Kematian Khashoggi

43 Pasang Santri Ikut Pernikahan Mubarokah di Balikpapan

43 Pasang Santri Ikut Pernikahan Mubarokah di Balikpapan

Baca Juga

Berita Lainnya