Jum'at, 24 September 2021 / 16 Safar 1443 H

Nasional

Penambahan Posisi di Struktural KPK Menuai Kritik dari Bambang Widjayanto

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Bambang Widjojanto, mantan pimpinan KPK.
Bagikan:

Hidayatullah.com- Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (BW) ikut mengkritik penambahan sejumlah posisi dalam struktur organisasi KPK. Ia menyoroti adanya jabatan staf khusus dalam tubuh KPK.

Menurutnya, struktur baru KPK kali ini tidak berpijak pada struktur organisasi manajemen modern.

Pasalnya, kata BW pembentukan struktur organisasi KPK sekarang tidak berbasis pada kajian naskah akademik dan riset yang akuntabel, serta meniadakan prinsip kaya fungsi-miskin struktur.

“Tapi juga mindset dari pimpinan atau pembuat struktur yang old fashion serta tidak sungguh-sungguh ingin membuat KPK punya kemampuan sebagai trigger mechanism, handal dan responsif untuk taklukan korupsi,” kata Bambang, melalui keterangannya (18/11/2020).

“Lihat saja dengan adanya staf khusus. Dipastikan, itu adalah cara pimpinan KPK membuat legalisasi masuknya pihak yang kredibelitasnya tidak pernah diuji,” tambahnya.

BW menilai sangat mungkin pihak yang dimasukkan sebagai staf khusus adalah bagian dari jaringan kroni dan nepotismenya dan jabatan staf khusus tidak ada dalam tradisi KPK sebelumnya.

“Organ staf khusus ini tidak ada dalam tradisi KPK dan di banyak kasus justru menimbulkan “kekacauan”. Jadi pimpinan KPK secara sengaja tengah menyiapkan potensi “kekacauan” yang justru dapat memicu korupsi baru,” ungkapnya.

Lebih lanjut, BW menyebut struktur yang gemuk dan tidak kaya fungsi ini membuat rentang kendali pengawasan makin luas. Sehingga, lanjutnya, akan menimbulkan kerumitan dan kesulitan serta sekaligus potensial memunculkan kerawanan terjadinya fraud dan korupsi.

“Struktur gemuk juga menciptakan potensi tumpang tindih sehingga timbulkan “kekacauan” lainnya,” ucapnya.

Terakhir, menurut Bambang, penggunaan kata “Pembinaan” mengindikasikan pemikiran Orde Baru masuk dalam struktur baru KPK.

“Ada kosa kata khas Orde Baru sekali yaitu “Pembinaan” yang menjadi nama dari direktorat baru. Ini mengindikasikan pikiran dan mindset ORBA menyelinap masuk dalan struktur baru KPK. Misalnya Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Antar Instansi dan Komisi serta Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat,” katanya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

IHR bersama BMH Berikan Bantuan pada Korban Banjir di Bima

IHR bersama BMH Berikan Bantuan pada Korban Banjir di Bima

Ketum YARASUTRA: Ngapain Berjubah Kesultanan tapi Tak Cinta Rasul?!

Ketum YARASUTRA: Ngapain Berjubah Kesultanan tapi Tak Cinta Rasul?!

Menko  Perekonomian Hatta Radjasa akan Buka Islamic Book Fair  2013 Hari Ini

Menko Perekonomian Hatta Radjasa akan Buka Islamic Book Fair 2013 Hari Ini

1.600 Guru al-Quran Terima Santunan Zakat YDSF

1.600 Guru al-Quran Terima Santunan Zakat YDSF

Mahasiswa Indonesia Laporkan Sukmawati ke Bareskrim Polri

Mahasiswa Indonesia Laporkan Sukmawati ke Bareskrim Polri

Baca Juga

Berita Lainnya