Senin, 5 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Tak Izinkan Reuni 212, Polri Mengaku Akan Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Twitter
[Ilustrasi] Polisi
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono memastikan bahwa Polri tidak memberikan izin perihal rencana Reuni 212 yang akan digelar pada 2 Desember 2020. “Kami tidak mengizinkan. Kami tidak mengeluarkan izin keramaian,” kata Brigjen Pol. Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Polri akan menindak tegas orang-orang yang melanggar protokol kesehatan. Hal ini sesuai dengan perintah pimpinan Polri. Awi menjelaskan bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19, Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis telah dua kali mengeluarkan Maklumat Kapolri.

Maklumat pertama tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19 tertanggal 19 Maret 2020. Serta, maklumat kedua tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 tertanggal 21 September 2020.

Selain itu Kapolri juga menerbitkan Surat Telegram Kapolri berisi pedoman penegakan hukum terhadap terjadinya pelanggaran protokol kesehatan. Surat telegram ini tertuang dengan nomor: ST/3220/XI/KES.7./2020 tertanggal 16 November 2020.

Melalui telegram itu, Kapolri meminta jajarannya menegakkan hukum secara tegas terhadap acara-acara yang menimbulkan kerumunan, termasuk jika ada upaya penolakan, ketidakpatuhan, atau upaya lain yang menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu stabilitas kamtibmas. “Polri berkomitmen mengawal dilaksanakannya protokol kesehatan,” kata Awi menegaskan.

Baca: Reuni Akbar 212 Ditunda, Ini Gantinya

Sementara itu, Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan akan menunda dan tidak akan menggelar reuni pada 02 Desember 2020. Sebab, permohonan untuk menggunakan Monas sebagai lokasi reuni tidak dikabulkan.

“Sehubungan dengan tidak dikabulkannya permohonan kami untuk penggunaan Monas oleh pihak pengelola Monas dan melihat situasi serta kondisi terakhir perkembangan wabah Covid-19, maka kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut: Pelaksanaan reuni 212 tahun 2020 ditunda untuk sementara dengan mengamati pelaksanaan pilkada serentak 2020,” tulis siaran pers dari FPI, GNPF Ulama, dan PA 212, Selasa (17/11/2020).

Siaran pers itu diteken oleh Ketua Umum FPI Ustadz Ahmad Shabri Lubis, Ketua Umum GNPF-U Yusuf Martak, dan Ketua Umum PA 212 Slamet Ma”arif.

Unit Pengelola Kawasan Monumen Nasional, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI mengirimkan surat penolakan penggunaan area Monas untuk gelaran reuni 212 yang rencananya digelar 2 Desember 2020 oleh Persaudaraan Alumni atau PA 212.

Penolakan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 4801/-1.853.37 tanggal 13 November 2020 yang ditujukan kepada Ketua Umum Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni 212.

Menurut Kepala Unit Pengelola Kawasan Monumen Nasional, Muhammad Isa Sarnuri, kawasan Monas telah ditutup sejak 14 Maret 2020. Sehingga, segala jenis penyelenggaraan kegiatan di area tersebut belum diperbolehkan.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Warga Sumbar Galang Rp1,3 M untuk Perantau Minang di Wamena

Warga Sumbar Galang Rp1,3 M untuk Perantau Minang di Wamena

Perkembangan Zaman Ubah Fungsi Surau

Perkembangan Zaman Ubah Fungsi Surau

vaksin Israel

Ini Kandungan Haram Vaksin MR

DPD Minta Semua Pihak Hormati Keputusan TNI soal Enzo

DPD Minta Semua Pihak Hormati Keputusan TNI soal Enzo

DD Serukan Masyarakat Indonesia Bantu Palestina

DD Serukan Masyarakat Indonesia Bantu Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya