Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Anggota Komisi IX Desak Anggaran Vaksin Transparan dan Dilaporkan Secara Reguler pada Publik

Ist/Man dpr.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah telah meminta otorisasi darurat untuk memulai kampanye vaksinasi massal pada akhir 2020. Jika BPOM menyetujui, Indonesia akan menjadi salah satu negara yang meluncurkan vaksin Covid-19.

Dalam wawancara dengan media asing, Presiden Joko Widodo mengatakan sudah ada rencana lanjutan untuk mendistribusikan vaksin ke seluruh negeri.  Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah melakukan proses edukasi publik dengan baik dan jelas agar masyarakat tidak mengalami euforia dan salah paham.

“Vaksinasi tidak berarti bebas Covid-19.  Pemerintah harus mengedukasi masyarakat dan  mengantisipasi terjadinya euforia. Jangan sampai kampanye vaksinasi massal membuat  penerapan protokol kesehatan jadi ambyar,” kata Netty dalam keterangan medianya, Ahad, (15/11/2020).

Menurut Netty, protokol kesehatan tetap harus diperketat dan upaya 3T, testing, tracing dan treatment  harus terus ditingkatkan. “Kita tidak ingin karena  euforia vaksin maka kebiasaan 3M yang membuat masyarakat hidup lebih sehat, lebih disiplin, lebih patuh dan lebih bersih  ditinggalkan. Adalah tugas pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan edukasi publik,”ujarnya.

Bukan cuma euforia yang perlu diantisipasi, ujar Netty,  tapi juga kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat tentang vaksinasi. “Jangan sampai masyarakat menolak, bahkan secara sinisme meminta agar para pejabat dan anggota DPR dulu yang diujicoba  karena informasi tentang keamanan, efek samping, uji klinis dan kehalalan vaksin tidak disampaikan dengan baik kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Netty kembali mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dan transparan  dalam menggunakan anggaran penanganan Covid-19.

“Anggaran yang digunakan untuk pengadaan vaksin ini adalah anggaran sekaligus amanat rakyat yang harus dikelola secara akuntabel. Pemerintah harus menjelaskan jenis vaksin apa yang dibeli,  berapa harganya,  dan berapa yang harus dibayar masyarakat untuk mendapatkan vaksin,”ujarnya.

Selain itu, kata Netty lebih lanjut, perlu dijelaskan pada masyarakat, kelompok mana yang digratiskan, kelompok mana yang harus membayar untuk vaksinasi. Oleh karena itu, kata politisi PKS ini, anggaran vaksin  harus transparan dan dilaporkan secara reguler kepada publik.

“Pengadaan vaksin Covid-19 bertujuan untuk  melindungi dan menyelamatkan rakyat dari bahaya pandemi. Jadi perlu dipastikan tidak ada oknum yang memanfaatkan kesempatan di dalam kesempitan dengan menjadikannya sebagai proyek untuk kepentingan kelompok tertentu,” tutup Netty.*

 

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Masjid Kebanggaan Muslim Wamena Dibakar Orang

Masjid Kebanggaan Muslim Wamena Dibakar Orang

Temuan Ombudsman Selama Sidak Lebaran, Masukan bagi Pemerintah

Temuan Ombudsman Selama Sidak Lebaran, Masukan bagi Pemerintah

Kemenag Terbitkan Panduan Kurikulum Darurat bagi Madrasah selama Pandemi

Kemenag Terbitkan Panduan Kurikulum Darurat bagi Madrasah selama Pandemi

Banjir Surut, Jalur Utama ke Kota Bengkulu Belum Bisa Dilewati

Banjir Surut, Jalur Utama ke Kota Bengkulu Belum Bisa Dilewati

TCSC: Hanya Indonesia Masih Siarkan Iklan Rokok

TCSC: Hanya Indonesia Masih Siarkan Iklan Rokok

Baca Juga

Berita Lainnya