Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PP Muhammadiyah: RUU Larangan Minuman Beralkohol Sangat Penting dan Mendesak

Zulkarnain/hidayatullah.com
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti pada pengajian bulanan Muhammadiyah tentang Palestina di Menteng, Jakarta, Jumat malam (05/01/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Rancangan Undang-Undang tentang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Larangan Minol) saat ini sedang dibahas oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Berbagai pihak mendesak agar RUU Larangan Minol disahkan.

Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti menilai RUU Larangan Minol sangat penting dan mendesak karena dampak buruk minol.

Bahkan di negara-negara Barat katanya telah diatur sangat ketat soal konsumsi dan pendistribusian minol atau minuman keras (miras).

“Undang-Undang Minuman Beralkohol sangat penting dan mendesak. Konsumsi alkohol merupakan salah satu masalah yang berdampak buruk terhadap kesehatan, kejahatan, moralitas, dan keamanan. Banyak tindak kejahatan, kecelakaan lalu lintas yang fatal, dan berbagai penyakit bermula dari konsumsi alkohol yang berlebihan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com, Jumat (13/11/2020).

RUU Larangan Minol jika nantinya disahkan, kata Mu’ti harus mengatur empat hal. Yaitu: kadar alkohol maksimal dalam minuman yang diperbolehkan; batas usia minimal yang boleh mengkonsumsi; tempat konsumsi yang legal; dan tata niaga/distribusi yang terbatas.

“Undang-undang minuman beralkohol bukan merupakan usaha Islamisasi. Banyak negara Barat yang mengatur sangat ketat konsumsi dan distribusi minuman beralkohol,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, RUU  tentang Larangan Minuman Beralkohol kembali dibahas di Baleg DPR RI. RUU Larangan Minuman Beralkohol adalah usul inisiatif DPR yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. RUU Larangan Minol diusulkan oleh 21 anggota DPR RI yakni 18 orang dari Fraksi PPP, 2 orang dari Fraksi PKS, dan 1 orang dari Fraksi Partai Gerindra.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dakwah Untuk Non Muslim: Gratis Al-Quran  Berbahasa Inggris

Dakwah Untuk Non Muslim: Gratis Al-Quran Berbahasa Inggris

HTI: Waspada, Umat Islam Bogor Diadu Domba

HTI: Waspada, Umat Islam Bogor Diadu Domba

Pemuda Persis Minta GIDI Ikut Bertanggungjawab Peristiwa Tolikara

Pemuda Persis Minta GIDI Ikut Bertanggungjawab Peristiwa Tolikara

Pentingnya Konsep Adab Dalam Bernegara

Pentingnya Konsep Adab Dalam Bernegara

Dibutuhkan, Generasi Ikhlas untuk Indonesia Bermartabat!

Dibutuhkan, Generasi Ikhlas untuk Indonesia Bermartabat!

Baca Juga

Berita Lainnya