Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Menag Berduka untuk Wina dan Kabul: Terorisme Tak Bisa Dibenarkan atas Alasan Apapun

istimewa
Menteri Agama Fachrul Razi
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa pada serangan terorisme yang terjadi di Wina, Austria dan Kabul, Afghanistan, pada 2 November 2020. Sejumlah orang dilaporkan meninggal dalam serangan bersenjata dan dugaan bunuh diri di Wina, Austria.

Puluhan pelajar juga dilaporkan meninggal dan banyak lagi masyarakat yang terluka akibat serangan teroris di Universitas Kabul yang saat itu sedang menggelar pameran buku.

“Saya menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban meninggal dan luka di Wina dan Kabul. Tindakan terorisme seperti ini harus dikecam dan tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun,” tegas Menag Fachrul Razi di Jakarta, Kamis (05/11/2020) dalam rilisnya kepada wartawan.

Menag menilai terorisme merupakan persoalan serius bagi kedamaian dunia. Gerakan ini kerap menghalalkan segala cara dalam melakukan tindak kekerasan, termasuk dengan justifikasi agama.

“Ini tidak bisa dibenarkan. Sebab, setiap agama justru menekankan akhlak mulia dalam setiap tindakan, karena tujuan yang mulia harus dicapai dengan cara yang mulia pula. Penggunaan kekerasan tidak dibenarkan dalam pandangan logika dan agama mana pun,” Menag menegaskan.

“Gerakan terorisme juga bisa merongrong sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” sambung Menag.

Menag menegaskan bahwa setiap gerakan terorisme tidak boleh ada dan berkembang di Indonesia. Kelompok Islamic State atau IS misalnya, sudah dilarang keberadaannya di negeri ini.

“Presiden sudah tegas mengatakan bahwa gerakan ini dilarang, tidak boleh berkembang di Indonesia. Karenanya, saya juga mendukung sikap Kemenlu yang mengecam terorisme di Afghanistan,” ujarnya.

Menag mengatakan, Pemerintah Indonesia bersama para tokoh agama terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama sebagai upaya membentengi masyarakat dari penetrasi gerakan terorisme dan ekstemisme. Bahkan katanya moderasi beragama sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin sangat serius dalam program ini. Kita akan terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama, tentu bekerjasama dengan semua pihak, tokoh agama, pimpinan ormas, majelis dan lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dan lainnya,” ujar Menag.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ini Tiga Fokus Kemenag Siapkan Implementasi UU JPH

Ini Tiga Fokus Kemenag Siapkan Implementasi UU JPH

Departeman Kaderisasi KAMMI Surabaya Gelar Konsolidasi

Departeman Kaderisasi KAMMI Surabaya Gelar Konsolidasi

Ingatkan Umat soal Akhlak, Ulama Senior Arab Saudi: Jauhi Mengganggu Sesama Manusia

Ingatkan Umat soal Akhlak, Ulama Senior Arab Saudi: Jauhi Mengganggu Sesama Manusia

Protokol Anti Penistaan Agama Baik, Tapi Lebih Baik Hukum Penista di Indonesia

Protokol Anti Penistaan Agama Baik, Tapi Lebih Baik Hukum Penista di Indonesia

Terkait Persekusi UAS, BK DPD Memproses Arya Wedakarna

Terkait Persekusi UAS, BK DPD Memproses Arya Wedakarna

Baca Juga

Berita Lainnya