Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Menag Berduka untuk Wina dan Kabul: Terorisme Tak Bisa Dibenarkan atas Alasan Apapun

istimewa
Menteri Agama Fachrul Razi
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa pada serangan terorisme yang terjadi di Wina, Austria dan Kabul, Afghanistan, pada 2 November 2020. Sejumlah orang dilaporkan meninggal dalam serangan bersenjata dan dugaan bunuh diri di Wina, Austria.

Puluhan pelajar juga dilaporkan meninggal dan banyak lagi masyarakat yang terluka akibat serangan teroris di Universitas Kabul yang saat itu sedang menggelar pameran buku.

“Saya menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban meninggal dan luka di Wina dan Kabul. Tindakan terorisme seperti ini harus dikecam dan tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun,” tegas Menag Fachrul Razi di Jakarta, Kamis (05/11/2020) dalam rilisnya kepada wartawan.

Menag menilai terorisme merupakan persoalan serius bagi kedamaian dunia. Gerakan ini kerap menghalalkan segala cara dalam melakukan tindak kekerasan, termasuk dengan justifikasi agama.

“Ini tidak bisa dibenarkan. Sebab, setiap agama justru menekankan akhlak mulia dalam setiap tindakan, karena tujuan yang mulia harus dicapai dengan cara yang mulia pula. Penggunaan kekerasan tidak dibenarkan dalam pandangan logika dan agama mana pun,” Menag menegaskan.

“Gerakan terorisme juga bisa merongrong sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” sambung Menag.

Menag menegaskan bahwa setiap gerakan terorisme tidak boleh ada dan berkembang di Indonesia. Kelompok Islamic State atau IS misalnya, sudah dilarang keberadaannya di negeri ini.

“Presiden sudah tegas mengatakan bahwa gerakan ini dilarang, tidak boleh berkembang di Indonesia. Karenanya, saya juga mendukung sikap Kemenlu yang mengecam terorisme di Afghanistan,” ujarnya.

Menag mengatakan, Pemerintah Indonesia bersama para tokoh agama terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama sebagai upaya membentengi masyarakat dari penetrasi gerakan terorisme dan ekstemisme. Bahkan katanya moderasi beragama sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin sangat serius dalam program ini. Kita akan terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama, tentu bekerjasama dengan semua pihak, tokoh agama, pimpinan ormas, majelis dan lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dan lainnya,” ujar Menag.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

bunuh diri massal isu

Kampanye Akbar, HRS Sampaikan 10 Alasan Pilih Prabowo-Sandi

Rektorat BEM UI

Fadli Zon: Indikator Keberhasilan Pembangunan adalah Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Jika Disahkan, UU Santet Akan Menjadi Mandul

Jika Disahkan, UU Santet Akan Menjadi Mandul

PKS Ajak Umat Dukung SBY Pemerintahan Terkait Protokol Anti Penistaan Agama

PKS Ajak Umat Dukung SBY Pemerintahan Terkait Protokol Anti Penistaan Agama

Sebelum Serangan, Polri Mengaku Sudah Tahu Hari itu Jakarta akan Diteror

Sebelum Serangan, Polri Mengaku Sudah Tahu Hari itu Jakarta akan Diteror

Baca Juga

Berita Lainnya