Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

MKD DPR RI Ingatkan Pentingnya Mengerti Makna Sumpah Pemuda

www.aboebakarnews.co
Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Alhabsyi
Bagikan:

Hidayatullah.comKetua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsy mengingatkan kembali akan pentingnya peringatan Sumpah Pemuda. Menurutnya, Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober mengajarkan Bangsa Indonesia akan pentingnya sebuah persatuan.

“Peringatan Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua akan artinya persatuan. Bahwa dengan persatuan, kita dapat merebut kemerdekaan. Tentunya saat ini dengan persatuan pula kita dapat mempertahankan kemerdekaan ini,” kata Aboe Bakar dalam siaran persnya kepada Hidayatullah.com dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020).

Lebih jauh, Anggota Komisi III DPR RI ini mengungkapkan, Sumpah Pemuda juga mengingatkan antar sesama anak bangsa agar tidak mudah diadu domba dan tidak mudah dibenturkan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya. Terlebih lagi di era global yang didominasi perang asimetris yang menggunakan pendekatan proxy war, maka kesadaran untuk tidak mudah dipecah belah itu menjadi suatu yang sangat penting.

Politisi PKS ini mengatakan Sumpah Pemuda memberi nilai nasionalisme yang kuat, dimana masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, disatukan menjadi satu bangsa yaitu Bangsa Indonesia dan satu tanah air yaitu Tanah Air Indonesia. Hal Ini mengandung makna yang sangat luas, yakni mengajarkan seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok.

“Dan yang tidak kalah pentingnya, semangat nasionalisme ini juga mengingatkan kita agar tidak menjadi bagian dari pihak yang memuluskan kepentingan asing di bumi pertiwi. Sumpah Pemuda adalah deklarasi kesatuan Tanah Air yang harus dijaga dan dilindungi. Karenanya, setiap anak bangsa harus mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan pihak asing,” ungkapnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Rofi' Munawwar

Bagikan:

Berita Terkait

PPLN Kuala Lumpur Bantah Ada Praktik Calo Suara Via Pos

PPLN Kuala Lumpur Bantah Ada Praktik Calo Suara Via Pos

RI: Kemakmuran Umat Harus Diprioritaskan OKI 50 Tahun ke Depan

RI: Kemakmuran Umat Harus Diprioritaskan OKI 50 Tahun ke Depan

Fauzan: Ahok Belum Bisa Dikatakan Adil

Fauzan: Ahok Belum Bisa Dikatakan Adil

UNHCR Diingatkan, Masalah Rohingya Belum Tuntas dengan Penampungan

UNHCR Diingatkan, Masalah Rohingya Belum Tuntas dengan Penampungan

Pemerintah Didesak Hentikan PHK Massal

Pemerintah Didesak Hentikan PHK Massal

Baca Juga

Berita Lainnya