Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PKS Akan Bentuk Tim Khusus Pemeriksa UU Ciptaker

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto
Bagikan:

Hidayatullah.comAnggota Baleg DPR RI Fraksi PKS, Mulyanto mengatakan pihaknya akan membentuk tim pemeriksa Undang-Undang Omnimbus Law Cipta Kerja. Hal itu untuk mengantisipasi adanya pasal selundupan dalam UU tersebut yang baru disahkan.

Nantinya, tim itu terdiri dari anggota Badan Legislasi (Baleg) dan tenaga ahli fraksi PKS bidang badan legislasi untuk memeriksa UU Ciptaker. Tugas tim bentukan ini nantinya akan memeriksa dan membandingkan draf akhir keputusan Panitia Kerja (Panja) dengan salinan UU Cipta Kerja yang diserahkan kepada presiden.

“Bukannya kita berprasangka buruk atau suudzon, tapi PKS ingin memastikan isi UU Cipta Kerja yang diterima presiden sesuai dengan hasil keputusan rapat paripurna DPR RI,” kata Mulyanto melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2020).

Mulyanto menyampaikan, langkah itu diambil sebagai salah satu partai politik yang menolak UU Cipta Kerja, PKS ingin menjaga kualitas proses regulasi yang berada di Indonesia. “Ini adalah langkah antisipatif untuk menjaga marwah DPR RI sebagai lembaga yang terhormat,” ujarnya.

Politisi PKS ini juga memaparkan kalau pihaknya akan menelusuri ada atau tidaknya pasal-pasal selundupan di draf Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja setelah menerima salinan resmi dari Sekretariat Jenderal DPR RI. Berdasarkan salinan resmi itu, tim pemeriksa akan mulai membandingkan isi UU Cipta Kerja dengan draf akhir hasil keputusan rapat Panja.

“PKS sudah bersurat ke Pimpinan Baleg agar dapat diberikan draf resmi, tetapi dijawab belum siap. Dari dalam belum ada dokumen resminya. Itu tanggal 6 atau 7 Oktober kemarin,” terangnya.

Sesuai UU, Mulyanto juga menyebut kalau PKS akan memberi waktu sekretariat untuk menyiapkan dokumen-dokumen tersebut dengan sebaik-baiknya dan serapi-rapinya. Sebab, di masyarakat sendiri telah beredar paling sedikit 3 dokumen draf final UU Ciptaker.

Jika sudah ada draf yang bersifat resmi dan final, baru tim PKS akan mempelajarinya secara seksama dan mereka akan membandingkan dengan catatan-catatan yang dimiliki selama pembahasan RUU Ciptaker, baik di Panja maupun di tim perumus/tim sinkronisasi.

“Dari perbandingan tersebut akan diketahui, mana pasal-pasal yang tidak sesuai, yang tetap dituangkan di dalam draf final UU Ciptaker tersebut,” jelasnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini menilai dengan hal tersebut PKS akan memastikan bahwa proses politik yang terjadi di DPR RI itu berjalan dengan baik. Terlepas dari sikap politik akhir kita terhadap UU itu. Apalagi pembahasan rancangan undang-undang ini dilakukan secara cepat di masa pandemi di mana semuanya serba terbatas.

“Ini adalah pengalaman pertama kita membahas RUU dengan metode omnibus law, di mana dokumennya lebih dari seribu halaman serta mengubah, menambah, atau mencabut pasal-pasal dari sekitar 80 undang-undang. Ini pekerjaan besar yang sangat luar biasa. Karena itu, tidak heran kalau terjadi perubahan-perubahan pada draf yang ada,” pungkasnya.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Rofi' Munawwar

Bagikan:

Berita Terkait

Persaudaraan Muslimah Sangat Mendukung RUU Ketahanan Keluarga

Persaudaraan Muslimah Sangat Mendukung RUU Ketahanan Keluarga

HTI: Waspada, Umat Islam Bogor Diadu Domba

HTI: Waspada, Umat Islam Bogor Diadu Domba

Dinilai Langgar UU Keormasan, Anggota Komisi III Minta Kapolda Jabar Diberhentikan

Dinilai Langgar UU Keormasan, Anggota Komisi III Minta Kapolda Jabar Diberhentikan

Potensi Wakaf Sangat Besar, Urusan Sertifikasinya Perlu Satu Atap

Potensi Wakaf Sangat Besar, Urusan Sertifikasinya Perlu Satu Atap

Bertemu MUI, Taliban Jelaskan Kondisi Mutakhir Afghanistan

Bertemu MUI, Taliban Jelaskan Kondisi Mutakhir Afghanistan

Baca Juga

Berita Lainnya