Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Syeikh Ali Jaber: Hafal Qur’an itu Penting, Tapi …

Syeikh Ali Jaber
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pendakwah asal Madinah, Syeikh Ali Jaber (44 tahun), merasa bangga dengan menjamurnya lembaga tahfizhul-Qur’an di Indonesia. Namun ia mengingatkan bahwa ada hal yang lebih penting daripada sekadar menghafal al-Qur’an.

“Yang lebih penting adalah membaca al-Qur’an dengan benar, karena itu hukumnya wajib, sedangkan menghafal itu tidak wajib. Jadi, jangan cuma mengejar hafalan, sementara bacaannya belum benar,” ujarnya di hadapan pengasuh dan santri Pondok Pesantren Darul Faruq dan Hafshah binti Umar Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2020).

Berdasar pengalamannya ketika menghafal al-Qur’an, semakin benar bacaannya, maka proses menghafalnya akan semakin mudah. Pemilik nama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini sedang mengembangkan metode yang bisa membuat santri bisa hafal Qur’an 1 halaman hanya dalam tempo 7 menit.

“Menghafal al-Qur’an itu tidak susah, khusus bagi yang bacaannya sudah bagus dan pengucapan hurufnya benar,” ujarnya.

Syeikh Ali Jaber lantas mengutip hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Riwayat Bukhari).

Ta’allama (belajar) lebih didahulukan daripada ’allama (mengajarkan). Belajar lebih diutamakan, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan mereka yang belajar itu akan dimuliakan di dunia dan akhirat.”

Lebih jauh lagi, yang akan dimuliakan itu bukan sekadar pembaca al-Qur’an, namun shahibul-Qur’an (sahabat al-Qur’an).

“Sejauh mana kedekatan kita dengan al-Qur’an, maka seperti itu pula nantinya kita akan ditempatkan di surga. Surga tertinggi itu ditempati para ahlul-Qur’an. Jika kita malas bersahabat dengan al-Qur’an, maka tingkatan surga kita ya di bagian terendah.”

Bagaimana mempraktikkan sebagai sahabat al-Qur’an?

“Salah satu caranya adalah dengan meneladani akhlaq Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Sebab kata Ummul Mukminin ‘Aisyah RA, akhlaq Rasulullah adalah al-Qur’an,” ujar juri di beberapa program tahfizhul Qur’an di televisi ini.

Syeikh Ali Jaber melaksanakan safari dakwah di area Malang Raya selama beberapa hari. Belajar dari peristiwa kekerasan terhadapnya di Lampung (13/09/2020), panitia menyiapkan pengawalan ketat. Selain melibatkan aparat kepolisian, pengamanan juga dilakukan oleh tim keamanan ormas Islam seperti Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Barisan Anshor Serbaguna (Banser), Laskar Pembela Islam (LPI), Syabab Hidayatullah (Syahid), dan lain-lain.* Abu Raiyan

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Sahabat Al-Aqsha Luncurkan Kampanye Bulan Intifadhah di Riau

Sahabat Al-Aqsha Luncurkan Kampanye Bulan Intifadhah di Riau

Pengasuh Ponpes di Pamekasan: Tarian Erotis adalah Musibah

Pengasuh Ponpes di Pamekasan: Tarian Erotis adalah Musibah

Syeikh Mahir: Sejarah Islam Buktikan Syiah Berkhianat Pada Ahlus Sunnah

Syeikh Mahir: Sejarah Islam Buktikan Syiah Berkhianat Pada Ahlus Sunnah

Guru Besar Ilmu Fikih UINSA Sebut Pembacaan Qira’ah Langgam Jawa Tinggalkan Identitas Al-Qur’an

Guru Besar Ilmu Fikih UINSA Sebut Pembacaan Qira’ah Langgam Jawa Tinggalkan Identitas Al-Qur’an

Warga Baduy Tolak Kolom Agama Penghayat Kepercayaan

Warga Baduy Tolak Kolom Agama Penghayat Kepercayaan

Baca Juga

Berita Lainnya