Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kemenag Bersama LIPI, & Nano Center Indonesia Kembangkan Madrasah Riset

Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Ahmad Umar
Bagikan:

Hidayatullah.comKementerian Agama bersama dengan Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Nano Center Indonesia akan bekerjasama mengembangkan inovasi madrasah berbasis riset.

Penandatanganan kerjasama itu berlangsung di Gedung Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, Kamis (08/10/2020).

Sinergi tiga pihak ini ditandai penandatanganan kerja sama oleh Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Ahmad Umar, Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Nurul Taufiqu Rochman, dan Ketua Yayasan Pusat Penelitian dan Pengembangan Nanoteknologi Indonesia (Nano Center Indonesia) Suryandaru.

“Kami bersinergi untuk program pendidikan madrasah berbasis riset dengan implementasi pembelajaran aktif STEM melalui pengembangan inovasi untuk peningkatan kapasitas SDM secara holistik, hebat, dan bermartabat,” kata Ahmad Umar.

Selanjutnya, Umar mengatakan pengembangan madrasah riset ini merupakan kelanjutan dari program Madrasah Young Researcher Supercamp (Myres) yang sudah berlangsung sejak 2018. Saat ini, bahkan tengah dilakukan proses penilaian terhadap 5.600 proposal untuk lomba Myres 2020.

“Dengan kerja sama ini, para juara Myres akan dilatih dan diberikan akses penelitian bimbingan di LIPI dengan menggunakan sarana yang dimiliki LIPI,”ujarnya.

“Mereka juga akan diberi akses dan peluang ikut dalam kompetisi tingkat internasional melalui jaringan LIPI,” lanjutnya.

Umar menjelaskan ruang lingkup perjanjian kerjasama tiga pihak ini meliputi peningkatan dan pengembangan program madrasah berbasis riset, peningkatan dan pengembangan inovasi siswa madrasah, serta peningkatan dan pengembangan produk pembelajaran sains bagi siswa madrasah. Termasuk juga dalam lingkup sinergi ini, pengembangan program pendampingan persiapan melanjutkan pendidikan di luar negeri bagi siswa madrasah.

“Aktif STEM sendiri merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan disiplin Science, Technology, Engineering and Mathematics. Keempat komponen ini dilaksanakan dalam proses pembelajaran,” jelas Umar.

Sebagai tindak lanjut, kata Umar, para pihak akan merumuskan skema pelaksanaan program. Untuk tahun pertama, pengembangan madrasah riset ini akan difokuskan pada penelitian bidang Sains. Tim Juri Myres sedang melakukan penilaian proposal Myres 2020 yang sudah masuk. Peserta terpilih akan diberi kesempatan melakukan presentasi proposal dan pendalaman materi. Mereka selanjutnya akan melakukan penelitian dan nantinya harus mempresentesikan hasil penelitiannya.

“Madrasah asal dari para peserta terbaik ini akan dijadikan sebagai pilot project pendampingan dalam kerja sama ini,” tandas Umar.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, Nurul Taufiqu Rochman mengapresiasi langkah kongkrit Direktorat KSKK dalam peningkatan riset di madrasah. Sinergi ini kata Nurul merupakan kali pertama yang dilakukan dengan Kementerian Agama. “Nano center siap dalam mendukung dan bekerjasama dalam implementasi program penguatan riset di madrasah,” ungkapnya.

“Peningkatan kompetensi dan kapasitan siswa secara holistik, hebat, dan bermartabat, salah satunya dengan mengimplementasikan kemampuan bidang riset yang bisa memadukan ilmu-ilmu sains dan nilai-nilai ajaran Islam,” tandas Nurul.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Rofi' Munawwar

Bagikan:

Berita Terkait

Menggandeng KPK untuk Mencegah Korupsi Haji

Menggandeng KPK untuk Mencegah Korupsi Haji

Prabowo: Sungguh Kejam Saya Dituduh Larang Tahlilan dan Ubah Pancasila

Prabowo: Sungguh Kejam Saya Dituduh Larang Tahlilan dan Ubah Pancasila

Soal Isu ISIS, Inilah Rekomendasi JITU untuk Jurnalis Muslim

Soal Isu ISIS, Inilah Rekomendasi JITU untuk Jurnalis Muslim

Pemuda Muhammadiyah Aceh Kecam Pembakaran Lokasi Pengajian dan Tiang Masjid

Pemuda Muhammadiyah Aceh Kecam Pembakaran Lokasi Pengajian dan Tiang Masjid

Pimpinan MPR: Kasus Penistaan Agama tak Terkait Pilkada DKI

Pimpinan MPR: Kasus Penistaan Agama tak Terkait Pilkada DKI

Baca Juga

Berita Lainnya