Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Anggota Banggar DPR: UU Ciptaker Bisa Jadi Malapetaka Ekonomi Indonesia

DARUL AMRI/BBC Indonesia
Bagikan:

Hidayatullah.com– Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang baru-baru ini disahkan DPR RI dapat menjadi bumerang bagi ekonomi Indonesia. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Sukamta menilai, pasal-pasal kontroversi dalam UU yang banyak disorot publik ini akan membuka peluang eksploitasi besar-besaran perusahaan asing ke Indonesia.

“Alih-alih mendapatkan investor dan kemudian akan membuka banyak lapangan kerja, UU ini bisa hadirkan malapetakan ekonomi bagi Indonesia dalam jangka panjang,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Rabu (07/10/2020) dalam pernyataan tertulisnya.

Ia menilai, hal ini seperti mengulang kebijakan ekonomi pada awal Orde Baru yang memberi karpet merah kepada berbagai perusahaan asing untuk berinvestasi di Indonesia.

“Sesaat Indonesia saat itu menikmati devisa, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan banyak lapangan kerja. Tetapi dalam jangka panjang semua pertambangan dikuasai dan dieksploitasi asing, berbagai industri besar menjadi milik asing. Rakyat Indonesia hanya kebagian menjadi buruh dan kuli di negeri sendiri. Saat ini, kemungkinan bisa lebih buruk dengan UU OBL Ciptaker ini, karena buruh kita menjadi berpeluang lebih dieksploitasi,” ungkap Wakil Ketua Fraksi PKS ini.

Sukamta memperkirakan adanya Omnibus Law UU Ciptaker kebanyakan investor yang masuk berasal dari China.

“China punya ambisi besar kembangkan ekonomi, mereka punya proyek Belt and Road Initiative (BRI) untuk ekspansi ekonomi. Apalagi adanya pandemi Covid-19 berdampak meningkatnya pengangguran di China akibat PHK, versi pemerintah China mencapai 27 juta orang, versi lain sebut 80 juta orang, ditambah 8,7 juta lulusan baru Universitas di China.

Baca: Dekan FH UGM: UU Ciptaker Sangat Berbahaya, Pendekatannya Liberal Kapitalistik

Maka dengan adanya Omnibus Law UU Cipta Kerja yang beri kelonggaran aturan TKA, pasti akan dilirik. Peluang di Indonesia menarik karena investor bisa membawa ribuan TKA. Jika kondisi ini terjadi, pengangguran di Indonesia yang diperkirakan BPS pada tahun 2021 mencapai 10,7-12,7 juta dan pekerja yang di-PHK selama pandemi mencapai 9,8 juta orang akan tetap kesulitan mendapat lapangan kerja,” sebutnya.

Senator asal Yogyakarta ini memandang, situasi geopolitik ekonomi terutama adu pengaruh dalam perang dagang antara China dan Amerika Serikat akan semakin menyulitkan Indonesia jika tidak melakukan pembenahan sistemik terhadap kelemahan fundamental ekonomi yang ada.

“Nilai impor setiap tahun lebih besar dari ekspor, ini kan jelas tanda fundamental ekonomi Indonesia lemah. Keberadaan Omnibus Law UU Cipta Kerja bisa jadi malah membuat pengusaha lokal, petani, dan nelayan semakin terjepit hadapi serbuan pengusaha asing dan produk-produk impor. Mestinya pemerintah perkuat dulu ekonomi Indonesia dari hulu ke hilir dengan berbagai kebijakan yang memudahkan pengusaha lokal,” ujarnya.

Pada sisi lain, ia memperkirakan investor dari negara maju khususnya negara Barat akan berpikir ulang untuk berinvestasi ke Indoenesia karena terdapat pasal-pasal yang mencabut sejumlah hak pekerja dalam Omnibus Law UU Ciptaker. Di negara maju, katanya, mereka sangat menjujung tinggi hak pekerja, aktivis HAM di sana vokal menentang eksploitasi buruh.

“Jadi kondisinya bisa semakin runyam, skenario-skenario ini mestinya dihadirkan supaya tidak gegabah sahkan RUU. Jika boleh berharap, segera batalkan UU ini dengan Perppu. Pemerintah kemudian fokus memperkuat fundamental ekonomi Indonesia dengan berbasis penguatan ekonomi rakyat,” ujarnya.*

Rep: SKR
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

DPR: Pengelolaan Dana Haji Belum Bisa Dilakukan Lembaga Independen

DPR: Pengelolaan Dana Haji Belum Bisa Dilakukan Lembaga Independen

Minang Entrepreneur Award, JK Dorong Mahasiswa Jadi Wirausahawan Produktif

Minang Entrepreneur Award, JK Dorong Mahasiswa Jadi Wirausahawan Produktif

Ilmu Pengetahuan “Halal” Sangat di Perlukan Umat Muslim

Ilmu Pengetahuan “Halal” Sangat di Perlukan Umat Muslim

1.200 Peserta Akan Mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional Ke-XXVI

1.200 Peserta Akan Mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional Ke-XXVI

“Tolong Selamatkan, Saudara Kami Dibunuh, Dibakar, Dipotong, Ditembak, dan Diperkosa Tentara Myanmar”

“Tolong Selamatkan, Saudara Kami Dibunuh, Dibakar, Dipotong, Ditembak, dan Diperkosa Tentara Myanmar”

Baca Juga

Berita Lainnya