Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ahmad Syaikhu Jadi Presiden PKS, Habib Aboe Bakar sebagai Sekjen

PKS
Susunan kepengurusan baru PKS masa khidmat 2020-2025, diumumkan di Bandung, Senin (05/10/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Habib Salim Segaf Aljufrie terpilih lagi sebagai Ketua Majelis Syura (MS) Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara Ahmad Syaikhu ditunjuk sebagai Presiden PKS menggantikan Mohamad Sohibul Iman. Adapun Habib Aboe Bakar Alhabsyi sebagai Sekretaris Jendral menggantikan Mustafa Kamal.

Susunan kepengurusan baru masa khidmat 2020-2025 itu sebagaimana keterangannya secara resmi diumumkan oleh PKS pada Senin (05/10/2020). Proses pemilihan Pengurus PKS masa bakti 2020-2025 berlangsung dalam sidang Musyawarah Majelis Syura PKS di Bandung, Jawa Barat, hari ini.

“Alhamdulillah Sidang Musyawarah Majelis Syura berjalan dengan lancar. Para anggota Majelis Syura PKS yang hadir telah melaksanakan kewajiban syuranya secara baik dan memilih kader-kadernya untuk penugasan menjayakan partai di 5 tahun kedepan,” ujar Habib Salim dalam pidato sambutannya sesaat setelah ditetapkan sebagai ketua Majelis Syura.

Habib Salim Segaf Al Jufri sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI periode 2009-2014. Pada kepengurusan PKS 2015-2020 lalu, Habib Salim terpilih menjadi ketua Majelis Syura menggantikan allahuyarham KH Hilmi Aminuddin. Kini Habib Salim terpilih kembali sebagai Ketua MS PKS.

“Di PKS ini semua tugas tidak ada yang berat karena semua dikerjakan bersama-sama. Dipikirkan, dirumuskan, dan disepakati bersama. Jadi saya sebagai ketua tak terlalu terbebani dengan pekerjaan teknis. Yang berat itu nanti di hadapan Allah. Apakah saya amanah atau khianat dalam tugas ini,” ujarnya.

Anggota MS PKS yang hadir pada musyawarah ini merupakan utusan masing masing provinsi. Mereka terpilih menjadi anggota MS PKS 2020-2025 pada Pemira (Pemilihan Raya) anggota MS dengan sistem pemilihan eletronik. Para kader PKS se-Indonesia telah menggelar pemilihan anggota MS PKS pada 26 Juli lalu. Hasilnya, 66 anggota terpilih mewakili 34 provinsi. Merekalah yang hadir bersidang dalam Musyawarah MS di Bandung.

Musyawarah MS PKS digelar pada 2-5 Oktober di Bandung. Menurut keterangan PKS, tanggal 2 semua peserta dilakukan test swab. Tanggal 3 Oktober peserta dikarantina di kamar hotel masing-masing sambil menunggu hasil test swab. Semua peserta setelah dinyatakan test swab negatif baru mengikuti Sidang tanggal 4-5 Oktober.

“Pelaksanaan sidang tersebut menaati protokol kesehatan covid-19. Semua peserta mengikuti swab test terlebih dahulu dan dinyatakan sehat, memakai masker, menjaga jarak dan selalu menjaga kebersihan. Semoga semua anggota Majelis Syura yang hadir selalu dalam kondisi sehat,” ujar Habib Salim.

Habib Salim berpesan kepada Ahmad Syaikhu sebagai baru Presiden PKS agar bisa melanjutkan dan meningkatkan capaian prestasi yang telah diwariskan oleh Sohibul Iman.

“Tradisi di PKS, jabatan Presiden itu hanya satu periode saja. Dan itu tradisi yang sangat baik untuk dilanjutkan. Agar regenerasi dalam menjalankan tugas kepemimpinan terus berjalan,” jelas Sohibul Iman terkait pergantian posisi Presiden PKS dari dirinya ke Ahmad Syaikhu. Sohibul Iman saat ini diamanahi sebagai Wakil Ketua MS PKS mendampingi Habib Salim.

“Ahmad Syaikhu salah satu kader terbaik partai yang layak melanjutkan tugas sebagai Presiden PKS. Beliau pribadi yang santun, berintegritas, dan totalitas dalam berjuang,” sebut Sohibul Iman.

Dalam sambutannya, Ahmad Syaikhu mengatakan, bangsa Indonesia juga sedang mengalami krisis kesehatan, krisis ekonomi, dan krisis kepemimpinan nasional. Sehingga, pihaknya harus memiliki optimisme dan semangat pantang menyerah melewati ujian yang dinilai maha berat ini.

“Kita semua harus siap menjadi pelopor dalam menyuarakan dan membela kepentingan rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, kunci keluar dari krisis tersebut yaitu semangat kebersamaan dan setia pada cita-cita luhur para pendiri bangsa. “Konsisten berjuang menegakan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD NRI 1945, dan ajaran agama. Menjadikan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, kepentingan kelompok dan golongannya,” ujarnya.

“Sikap politik PKS tetap istiqamah bersama rakyat menjadi kekuatan oposisi mengawal dan mengawasi jalannya roda Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Meskipun PKS di luar pemerintahan, PKS berkomitmen menjadi partai yang siap turun tangan menyelesaikan berbagai permasalahan yang membebani rakyat. PKS akan hadir sebagai bagian dari solusi bukan bagian dari masalah,” tambahnya.

Ahmad Syaikhu menyatakan kesiapannya melanjutkan kepemimpinan PKS tersebut. “Terima kasih kepada Kang Sohibul Iman karena telah meletakkan pondasi yang sangat baik bagi PKS. Ini adalah bekal terbaik bagi kami di kepengurusan mendatang. Insya Allah, kami akan terus lanjutkan perjuangan lebih baik lagi,” ujarnya.

Mantan Wakil Wali Kota Kota Bekasi dan saat ini menjadi anggota DPR RI ini berterima kasih atas kinerja kepengurusan partai periode 2015-2020, yang dinilai telah banyak membawa kemajuan bagi partai dan memberikan yang terbaik untuk bangsa.

Sidang musyawarah memutuskan Mohamad Sohibul Iman, Ahmad Heryawan, dan Suharna Surapranata sebagai Wakil Ketua Majelis Syura. Untung Wahono sebagai sekretaris Majelis Syura. Suswono sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP), Aboe Bakar Al Habsyi sebagai Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP), dan Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum DPP.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dua Pengusaha Muslim Raih Jewel Muslim Award 2012

Dua Pengusaha Muslim Raih Jewel Muslim Award 2012

Umat Islam Dinilai Kekurangan Literatur Soal Sejarah PKI

Umat Islam Dinilai Kekurangan Literatur Soal Sejarah PKI

Santriwati Tahfidz Darul Madinah adakan Kemah Akbar Bersama Brimob

Santriwati Tahfidz Darul Madinah adakan Kemah Akbar Bersama Brimob

Anies Diapresiasi Serukan Orangtua Antar Anak Hari Pertama Sekolah

Anies Diapresiasi Serukan Orangtua Antar Anak Hari Pertama Sekolah

KH Syuhada Bahri: Dai Harus Paham Kurikulum Dakwah

KH Syuhada Bahri: Dai Harus Paham Kurikulum Dakwah

Baca Juga

Berita Lainnya