Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

DPR: Kematian Covid di Indonesia Lebih Tinggi dari Angka Dunia karena Sistem Kesehatan Buruk

Ist/Man dpr.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan
Bagikan:

Hidayatullah.com– Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet, Senin (28/09/2020) menyebut angka kematian akibat Covid-19 Indonesia sedikit lebih tinggi dari angka dunia. Netty Prasetiyani Aher, Ketua Tim Covid-19 FPKS DPR RI mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena sistem kesehatan kita buruk dalam penanganan pandemi.

“Kalau penanganan pandemi kita bagus, kita tidak akan mengalami krisis dokter, kekurangan APD, kekurangan ruang isolasi dan ICU serta tidak akan terjadi lonjakan kasus yang eksponansial setelah satu semester bergulat dengan pandemi,” katanya dalam keterangan media.

Menurut Wakil Ketua FPKS DPR RI ini, negara-negara lain sudah pada tahap mempersiapkan terjadinya gelombang kedua, sementara Indonesia justru masih berjibaku mengantisipasi gelombang pertama. “Kurva Covid kita belum pernah melandai secara signifikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Netty, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah.

“Pertama, menahan laju pandemi langsung pada jantung persoalannya, yaitu menghentikan tingkat transmisi yang tinggi yang terus memunculkan klaster-klaster baru. Harus ada upaya keras untuk memutus mata rantai penularan di perkantoran, angkutan publik, pasar dan pusat perbelanjaan, asrama sekolah atau kampus, pertemuan-pertemuan dan rumah sakit. Bahkan, perkantoran pemerintah menjadi penyumbang angka kasus paling banyak di DKI. Pastikan tempat-tempat publik tersebut steril dan semua orang mematuhi protokol kesehatan. Jika perlu gunakan TNI Polri untuk menjaga ketertiban di sana,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, kata Netty, memastikan cukupnya fasilitas kesehatan, meliputi kapasitas tempat tidur isolasi, ICU, ventilator, dan SDM kesehatannya. Selanjutnya, “Meningkatkan kapasitas testing. Sangat menyedihkan bahwa kapasitas kita masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan testing per minggu adalah 1 per 1.000 penduduk,” katanya.

Dan yang terpenting, kata politisi dapil Jabar ini, fokus dulu pada aspek kesehatan. “Prioritaskan sumber daya anggaran, SDM, waktu, program pada aspek kesehatan. Bukankah awal September lalu Presiden mengingatkan seluruh jajarannya untuk menunjukkan aura krisis dan mengutamakan aspek kesehatan daripada pemulihan ekonomi? Apakah ini sudah dilaksanakan dengan baik atau hanya dianggap angin lalu?” tandas Netty.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

GeNAM Tagih Janji Ahok Soal Perda Pelarangan Miras

GeNAM Tagih Janji Ahok Soal Perda Pelarangan Miras

Pertemuan Bali hanya Untungkan Negara Maju

Pertemuan Bali hanya Untungkan Negara Maju

LSM Desak Pemerintah “Minta Maaf” pada PKI

LSM Desak Pemerintah “Minta Maaf” pada PKI

Nasir Minta Pemerintah Segera Bersikap Soal RKUHP dan Perppu KPK

Nasir Minta Pemerintah Segera Bersikap Soal RKUHP dan Perppu KPK

Sebut HAMAS Bentukan Israel, Syafi’I Ma’arif Dinilai Intelektual Yang Menyesatkan

Sebut HAMAS Bentukan Israel, Syafi’I Ma’arif Dinilai Intelektual Yang Menyesatkan

Baca Juga

Berita Lainnya