Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Anggota DPR Minta Pemerintah Indonesia Protes Penghancuran Masjid di China

DPR Hakekok istimewa
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto pada telekonferensi di Gedung DPR Jakarta, Kamis (18/06/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menyayangkan sikap otoritas China memilih menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang. Hal itu menurutnya merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap masyarakat Muslim. Ia mendorong Pemerintah Indonesia untuk cepat bertindak melakukan protes terhadap kegiatan tersebut.

“Berdasarkan laporan, saya mendapat info bahwa terdapat ribuan masjid dihancurkan oleh Pemerintah China, pelanggaran HAM juga terjadi di sana. Pemerintah kita harus cepat bertindak,” kata Yandri saat Rapat Kerja dengan Menteri Agama, Menteri Keuangan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/09/2020).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan masjid merupakan tempat suci bagi masyarakat yang beragama Islam. Tindakan otoritas China menunjukkan masih terdapat rasisme dalam beragama. “Bukan hanya masjid, tetapi semua tempat ibadah seluruh agama jika diperlakukan seperti itu akan kita protes,” tegasnya.

Yandri menilai, bila Pemerintah Indonesia tidak cepat bertindak dengan menegur keras otoritas China terhadap langkah penghancuran masjid yang terjadi, akan mengakibatkan kekacauan di dalam negeri, khususnya terhadap masyarakat keturunan Tionghoa.

“Jika pemerintah kita tidak lakukan protes lewat Dubes China atau lainnya, maka saya khawatirkan akan terjadi kekacauan di (Indonesia) sini. Apalagi masyarakat kita banyak yang keturunan Tionghoa juga, tentu ini akan sangat berbahaya, apalagi kita ini (negara dengan umat) Muslim terbesar di dunia,” ujarnya.

Baca: Ribuan Masjid di Xinjiang Dihancurkan Rezim China dalam Beberapa Tahun terakhir

Sebelumnya, diketahui beredar sebuah laporan dari lembaga konsultan di Australia pada Jumat (25/09/2020) menyebutkan otoritas China telah menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang. Kelompok-kelompok HAM mengatakan, lebih dari 1 juta warga Uighur dan orang-orang Muslim yang sebagian besar berbahasa Turki, ditahan di kamp dan para penduduk dipaksa menghentikan kegiatan tradisional dan keagamaan.

Laporan Australian Strategic Policy Institute (ASPI) menyebut sekitar 16.000 masjid telah hancur atau rusak, berdasarkan citra satelit yang mendokumentasikan ratusan situs suci itu. Sebagian besar penghancuran terjadi dalam 3 tahun terakhir, dan diperkirakan 8.500 masjid hancur total, yang mencantumkan kerusakan lebih banyak terjadi di luar pusat kota Urumqi dan Kashgar.

Banyak masjid yang lolos dari penghancuran total telah dicopot kubah dan menaranya, menurut penelitian itu, yang memperkirakan kurang dari 15.500 masjid utuh dan rusak dibiarkan berdiri di sekitar Xinjiang. Jika laporan itu benar adanya, akan menjadi jumlah terendah rumah ibadah Muslim di wilayah tersebut sejak dekade pergolakan nasional yang dipicu Revolusi Kebudayaan pada 1960-an.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Investasi Timur Tengah di Indonesia Meningkat

Investasi Timur Tengah di Indonesia Meningkat

Ke Indonesia, Syeikh Wahbah Zuhaili ajak Senantiasa Berzikir dan Mengingat Allah

Ke Indonesia, Syeikh Wahbah Zuhaili ajak Senantiasa Berzikir dan Mengingat Allah

Khawatir Disusupi, Program Tamasya Al-Maidah Dibatalkan

Khawatir Disusupi, Program Tamasya Al-Maidah Dibatalkan

Oposisi Bahrain Serukan Rakyat untuk Menentang Normalisasi dengan ‘Israel’

Oposisi Bahrain Serukan Rakyat untuk Menentang Normalisasi dengan ‘Israel’

Indonesia Diminta Berperan Lebih Strategis Hentikan Diskriminasi China atas Uighur

Indonesia Diminta Berperan Lebih Strategis Hentikan Diskriminasi China atas Uighur

Baca Juga

Berita Lainnya