Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

BWI: Wakaf Salah Satu Solusi Ekonomi di Tengah Pandemi

Bagikan:

Hidayatullah.com– Menurut Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) Hendri Tanjung, setidaknya ada tiga dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini. Ketiga dampak tersebut adalah kemiskinan meningkat, pengangguran meningkat, dan pertumbuhan ekonomi menurun.

Hendri menilai, wakaf menjadi salah satu solusi untuk mengatasi dampak ekonomi akibat wabah Covid-19. Dengan kondisi seperti saat ini, hasil wakaf bisa dimanfaatkan dalam sektor pendidikan, kesehatan, pangan dan sebagainya.

“Yang pada akhirnya (hal itu) membuat kemiskinan menurun, pengangguran menurun, dan pertumbuhan ekonomi meningkat. Wakaf salah satu solusi di tengah pandemi,” ujarnya sebagai salah satu narasumber dalam acara Aksi Wakaf Fest 2020 bertema “Momentum Indonesia Bangkit” yang digelar Baitul Wakaf secara virtual (24/09/2020).

Hendri menyampaikan besarnya potensi atau aset wakaf di Indonesia. Berdasarkan catatannya, di Indonesia ada wakaf tidak bergerak berupa tanah, 4,359 miliar meter persegi. Sementara untuk potensi wakaf uang pertahun Rp 77 triliun.

Dari tanah-tanah wakaf tersebut sebagian telah dikelola secara produktif (wakaf produktif). Ia mencontohkan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi di Serang, Banten. RS Mata katanya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain kalangan dhuafa yang mendapat pelayanan gratis, RS mata ini pun menyerap tenaga kerja.

Selanjutnya, ada pula Gedung Raudha yang disewakan untuk perkantoran. Gedung yang berada di Kuningan, Jakarta ini berstatus wakaf produktif. “Dari hasil sewa perkantoran ini digunakan untuk membiayai sekolah,” sebutnya.

Kata Hendri, BWI telah mencanangkan Gerakan Wakaf Indonesia. Di antara tujuannya yaitu meminimalisir dampak dari pandemi. Gerakan tersebut katanya telah diresmikan oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada Senin (14/09/2020) lalu.

Gerakan Wakaf Indonesia terdiri atas Wakaf Peduli Indonesia (Kalisa) dan Wakaf Membangun Negeri (Akbari). “Kalisa dibuat dengan tujuan membantu korban Covid-19 baik dari sisi kesehatan, maupun dari sisi ekonomi,” sebut Hendri.

Ada tiga program pada Kalisa, yaitu Lanjutkan Hidup Mereka, Ventilator untuk RS Daerah, dan Peduli Ulama. Lanjutkan Hidup Mereka adalah program wakaf uang yang hasil wakafnya ditujukan untuk membantu orangtua mahasiswa yang ekonominya terdampak pandemi.

Ventilator RS Daerah merupakan program wakaf uang yang hasilnya akan dibelikan ventilator untuk diberikan ke seluruh RS daerah di seluruh Indonesia.

Sementara Peduli Ulama yaitu program wakaf uang yang hasilnya akan diberikan kepada ulama atau muballigh yang tak punya penghasilan tetap (bulanan) yang terdampak ekonominya akibat pandemi.

Adapun gerakan Akbar, dibuat dengan tujuan membangun infrastruktur di bidang kesehatan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

UN Tertunda, Federasi Guru dan ICW Wacanakan Audit Kemendikbud

UN Tertunda, Federasi Guru dan ICW Wacanakan Audit Kemendikbud

Muswil Muhammadiyah Jawa Barat Pilih 13 Anggota Pimpinan

Muswil Muhammadiyah Jawa Barat Pilih 13 Anggota Pimpinan

KPAI Minta Polisi Usut Tuntas Pemerkosaan Anak Pengungsi

KPAI Minta Polisi Usut Tuntas Pemerkosaan Anak Pengungsi

Dokter: Jenazah yang Sudah Dikubur Tidak Menularkan Virus

Dokter: Jenazah yang Sudah Dikubur Tidak Menularkan Virus

Menag Lukman: Pernikahan Sejenis Dilarang di Indonesia

Menag Lukman: Pernikahan Sejenis Dilarang di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya