Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Yahya C Tsaquf akan Sampaikan Presentasi tentang HAM di Majelis Umum PBB yang Diprakarsai Amerika

Yahya C Tsaquf
Bagikan:

Hidayatullah.com–Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf kembali diminta menyampaikan paparannya di Majelis Umum PBB, kali ini soal visinya tentang “Abrahamic Faiths Initiative” (Prakarsa Agama-agama Ibrahimiyah). Dalam siaran pers PBNU yang diterima di Jakarta, Kamis (24/09/2020). Yahya Staquf, dijadwalkan tampil untuk kedua kalinya dalam perhelatan yang sama, Jumat 25 September 2020, pukul 09.00 pagi waktu New York atau pukul 20.00 WIB.

Pada Rabu (23/09/2020) lalu, Yahya telah menyampaikan presentasinya tentang hak asasi manusia (HAM) di Majelis Umum PBB yang diprakarsai Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Forum diprakarsai oleh International Religious Freedom or Belief Alliance (Aliansi Internasional untuk Kemerdekaan Beragama dan Berkepercayaan), yaitu suatu aliansi internasional yang dibentuk pada 7 Februari 2020.

Aliansi tersebut beranggotakan 27 negara yang berkomitmen kepada kebijakan-kebijakan untuk menjamin kemerdekaan beragama dan berkepercayaan, baik di dalam negeri masing-masing maupun di internasional, di antara Albania, Bosnia dan Herzegovina, Belanda, Republik Ceko, Inggris, Brazil, Kolombia. Dalam forum tentang HAM Rabu (23/09/2020) lalu, Yahya menegaskan bahwa dunia Islam harus berintegrasi secara damai dan harmonis dengan masyarakat dunia seluruhnya.

“Tidak boleh lagi ada persepsi persaingan, apalagi permusuhan, antara dunia Islam melawan dunia Barat atau lainnya. Saat ini kita sedang menyaksikan proses bergeraknya seluruh masyarakat dunia menuju terbentuknya satu peradaban global yang tunggal dan saling bercampur. Tanpa integrasi damai, yang akan terjadi pastilah konflik universal yang berbahaya sekali,” kata mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden tersebut.

Untuk itu, lanjut Yahya, masyarakat global membutuhkan konsensus tentang nilai-nilai keadaban bersama (shared civilisational values) sebagai basis integrasi. Menurut dia, konsensus itu harus tercipta tidak hanya pada tingkat kepemimpinan politik atau pemerintahan saja, tapi harus sungguh-sungguh membumi di tingkat masyarakat atau akar rumput.

Dengan demikian, lanjut dia, aktor-aktor masyarakat sipil seperti organisasi-organisasi masyarakat yang independen harus diberi peran utama dalam rangka mengupayakan konsensus melalui gerakan sosial yang efektif. “Besok (Jumat ini, red) saya kembali diminta menyampaikan visi tentang bagaimana Prakarsa Agama-agama Ibrahimiyah dapat menjadi salah satu komponen strategis dalam upaya membangun konsensus global itu,” katanya dikutip laman Antaranews.

Di samping merupakan salah satu elemen kunci yang dibutuhkan dalam konsesus. Yahya menjelaskan bahwa prinsip kemerdekaan beragama dan berkepercayaan harus pula dibingkai dengan pemahaman yang jernih, konkret, dan definitif tentang nilai-nilai apa saja yang bisa direngkuh bersama sebagai konsensus, serta perbedaan-perbedaan apa yang harus diterima secara toleran.

“Pada satu titik, prakarsa agama-agama Ibrahimiyah bisa dan harus diperluas dengan menjangkau agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan di luar tradisi Ibrahimiyah. Secara keseluruhan, ini akan menjadi bingkai strategis untuk memperjuangkan perdamaian dunia melalui pendekatan keagamaan,” tandasnya.

Dalam forum Majelis Umum PBB nanti, Katib Aam PBNU akan berbagi panel dengan sejumlah pembicara lain, yaitu Duta Besar Keliling Amerika Serikat Untuk Kemerdekaan Beragama Internasional Samuel D. Brownback, Menteri Luar Negeri Republik Estonia Urmas Reinsalu, Utusan Khusus Kerajaan Belanda untuk Agama dan Kepercayaan sekaligus Wakil Ketua IRFBA (International Religious Freedom or Belief Alliance) Jos Douma, Wakil Ketua Adyan Foundation for Diversity, Solidarity and Human Dignity Nadya Tabbara, dan Duta Besar Republik Polandia untuk PBB Joanna Wronecka.*

Rep: Ahmad
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ini Jawaban Ulil Saat Ditanya Jika Anaknya Seorang Homoseksual

Ini Jawaban Ulil Saat Ditanya Jika Anaknya Seorang Homoseksual

Jazuli: Trump Mengantarkan Zionis Yahudi kepada Kehancuran

Jazuli: Trump Mengantarkan Zionis Yahudi kepada Kehancuran

MUI: Chairun Nisa Sudah 2 Tahun tak Aktif

MUI: Chairun Nisa Sudah 2 Tahun tak Aktif

Legislator Juga Harapkan TNI Perbolehkan Prajurit Wanitanya Berjilbab

Legislator Juga Harapkan TNI Perbolehkan Prajurit Wanitanya Berjilbab

Perlu Pendampingan Psikologis Bagi TKI

Perlu Pendampingan Psikologis Bagi TKI

Baca Juga

Berita Lainnya