Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

BMOIWI: Negara, Masyarakat, dan Keluarga Wajib Menjaga Generasi dari Kerusakan Moral

Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Presidium BMOIWI Sabriati Aziz dalam Rapat Pleno ke-50 Wantim MUI di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (19/02/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) Sabriati Aziz, mendorong setiap keluarga mendidik generasi untuk beriman serta bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

“Dengan banyaknya hal yang dapat merusak generasi, keluarga mempunyai pekerjaan rumah yang berat. Setidaknya para keluarga mengajari generasi kita untuk beriman serta bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala, lalu mengajarkan mereka tentang adab, zikir, ilmu, dan hal-hal dasar yang dapat melindungi mereka,” ujarnya.

Hal itu disampaikan pada webinar kedua jelang Munas V(irtual) Hidayatullah bertema “Mengokohkan Jatidiri Keluarga Sebagai Basis Peradaban Islam” (19/09/2020).

Menurut Sabriati, ada tiga hal yang merupakan benteng pertahanan utama untuk menjaga generasi sehingga pengokohan jati diri keluarga dapat tercapai. “Keluarga tentunya perlu dibentengi, sehingga generasi kita terlindungi dari hal-hal yang merusak. Tiga penjaga benteng ini ialah negara, masyarakat, dan juga keluarga,” ujarnya.

Kenapa negara menjadi alasan perlindungan generasi? Sabriati menjelaskan dengan mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Sesungguhnya imam (pemimpin, red) itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung denganya. (HR. Muslim).”

Baca juga: Elly Risman: Orang Tua Perlu Menghindari 12 Gaya Populer Terhadap Anak ini

Kewajiban sebuah negara, jelasnya, sebagai penjaga benteng dari serangan-serangan yang menyebabkan generasi khususnya kehilangan jati dirinya. “(Negara berkewajiban sebagai) penjaga utama generasi kita dari serangan-serangan yang dapat merusak moral mereka, sebagaimana hadits Nabi yang saya sebutkan tadi,” sebutnya.

Benteng kedua, yaitu masyarakat, yang mempunyai kewajiban untuk menjaga generasi. Kata Sabriati, kurangnya kepekaan masyarakat dalam melakukan amar makruf nahi munkar bisa menimbulkan kerusakan moral di tengah masyarakat, dan hal ini bisa menenggelamkan mereka sendiri.

Kata Sabriati, kalau suatu komunitas masyarakat mengabaikan atau membiarkan begitu saja hal-hal yang bisa merusak generasi dan tidak melakukan amar makruf nahi munkar, maka bisa jadi mereka akan semakin tenggelam pada kerusakan moral.

Benteng ketiga yaitu keluarga, yang juga berkewajiban menjaga generasi bangsa. Keluarga katanya bahkan menjadi madrasah pertama bagi generasi bangsa ini.

Dengan banyaknya pihak yang hendak merusak generasi bangsa, antara lain dengan maraknya situs porno, usaha melegalkan LGBT, penjualan narkoba yang mengincar usia remaja, dan lain-lain, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi keluarga.

Webinar yang dimoderatori oleh dai Hanafi Usman ini juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu psikolog yang juga spesialis pengasuhan anak, Elly Risman Musa; Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) Reni Susilawati; dan Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Tasyrif Amin.* Abdul  Mansur

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Indahnya Berkarier Sambil Tetap Hafalkan al-Quran

Indahnya Berkarier Sambil Tetap Hafalkan al-Quran

IMM Ciputat Gelar Seminar “Pengaruh Muhammadiyah dalam Pemikiran Keislaman di Asia Tenggara”

IMM Ciputat Gelar Seminar “Pengaruh Muhammadiyah dalam Pemikiran Keislaman di Asia Tenggara”

Suryadharma Ali: IMB Bermasalah jangan Umat Islam yang Disalahkan

Suryadharma Ali: IMB Bermasalah jangan Umat Islam yang Disalahkan

Kasus Pesta Seks Pelajar, MUI: Pendidikan Di Indonesia Kering Akhlak

Kasus Pesta Seks Pelajar, MUI: Pendidikan Di Indonesia Kering Akhlak

IPM Akan Launcing Buku “Kado Emas Milad IPM”

IPM Akan Launcing Buku “Kado Emas Milad IPM”

Baca Juga

Berita Lainnya