Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Anis Matta Sebut Kematian Tenaga Kesehatan Alarm Nyaring untuk Pemerintah

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta meluncurkan Akademi Pemimpin Indonesia (API), Senin (17/08/2020) malam.
Bagikan:

Hidayatullah.comKetua Umum Partai Gelora, Anis Matta meminta pemerintah memperbaiki koordinasi antar lembaga dan kementerian dalam penanganan pandemi Covid-19. Anis mengaku prihatin dengan kematian ratusan tenaga kesehatan. Dengan demikian Ia mengibaratkan adanya sebuah alarm peringatan yang berbunyi nyaring.

“Berpulangnya Bang Saefullah dan lebih dari 100 dokter di lapangan, serta banyak lagi orang-orang berpotensi merupakan alarm yang sangat nyaring agar pemerintah menguatkan koordinasi serta membuat kebijakan yang mengutamakan keselamatan dan nyawa manusia,” kata Anis melalui cuitan di akun Twitter resmi miliknya @anismatta, Rabu (16/09/2020).

Untuk itu, Anis melanjutkan, berkaca dari tewasnya ratusan tenaga kesehatan itu Ia berharap agar para dokter yang berada di garda terdepan menyembuhkan pasien Covid-19 diberikan keselamatan dan perlindungan dari virus tersebut. Terlebih, virus corona sampai saat ini belum ditemukan obat dan vaksinnya.

Kemudian, Mantan Presiden PKS itu lantas mengingatkan bahwa virus corona tak pandang bulu dalam menyerang manusia. Virus tersebut bisa merenggut nyawa orang-orang dari berbagai macam profesi.
“Saya mendoakan agar mereka yang telah berjihad bekerja dalam penanganan pandemi diterima di sisi terbaik Allah SWT,” bunyi cuitan lainya.

Diakhir, Anis mengajak untuk bersama berdoa dan berharap lindungan Allah, sehingga mampu terlepas dari cobaan pandemi ini. “Marilah kita berdoa semoga Allah SWT selalu melindungi Indonesia dan memberi jalan keluar melalui ilmu pengetahuan.. Hanya kepada Allah kita memohon petunjuk dan kekuatan.”

Terkait data melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan ada 184 tenaga medis terdiri dari 105 dokter umum dan spesialis, 9 dokter gigi, dan 70 perawat yang telah gugur akibat Covid-19.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia berharap pemerintah mau memperhatikan nasib tenaga kesehatan yang bekerja menjadi garda terdepan penanganan pasien virus corona selama ini. Mereka menilai tenaga kesehatan rentan terpapar Covid-19. Karena itu, pemerintah bisa memberi kemudahan bagi para nakes maupun keluarganya yang ingin memeriksakan kondisi kesehatan.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Rofi' Munawwar

Bagikan:

Berita Terkait

Anggota Komisi I: Polisi Tak Perlu Halangi Warga Menyampaikan Pendapat

Anggota Komisi I: Polisi Tak Perlu Halangi Warga Menyampaikan Pendapat

Jamaah Berbagai Negara akan Berzikir di Banda Aceh

Jamaah Berbagai Negara akan Berzikir di Banda Aceh

Trauma Densus 88, Kamera Wartawan Disangka Senjata

Trauma Densus 88, Kamera Wartawan Disangka Senjata

Untuk Menjadi Wartawan yang Baik tak Perlu Atheis atau Kafir

Untuk Menjadi Wartawan yang Baik tak Perlu Atheis atau Kafir

Rumah Sakit di Mamuju dan Kantor Gubernur Sulbar Ambruk Kena Gempa

Rumah Sakit di Mamuju dan Kantor Gubernur Sulbar Ambruk Kena Gempa

Baca Juga

Berita Lainnya