Rabu, 20 Januari 2021 / 6 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

PKS Tidak Setuju Program Penceramah Bersertifikat

istimewa
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf
Bagikan:

Hidayatullah.comAnggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf menyampaikan bahwa sikap partai PKS tidak setuju terhadap program Penceramah Bersertifikat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Pasalnya, Bukhori menilai pola dari program tersebut mengarah pada potensi pembelahan umat dan bangsa sehingga mendorong Fraksi PKS menyatakan sikap menolak kebijakan tersebut.

“Peningkatan kapasitas dai adalah hal yang sangat diperlukan untuk mendukung kerja dakwah mereka di masyarakat. Akan tetapi, semenjak penunjukan Menteri Agama merupakan buah dari proses politik sehingga segala kebijakannya berpotensi memiliki muatan politis dan menuai kecurigaan, maka seharusnya program ini tidak dilakukan oleh Kementerian Agama” kata Bukhori saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Agama di Gedung DPR RI, di Senayan Jakarta, Selasa (08/09/2020).

Politisi Fraksi PKS ini mengusulkan agar program tersebut seyogyanya dilakukan oleh lembaga non pemerintah, misalnya MUI atau ormas keagamaan. Sedangkan, Kementerian Agama hadir untuk mendorong penyelenggaraan sertifikasi melalui lembaga tersebut dalam rangka memastikan substansi program tersampaikan dengan baik kepada sasaran tanpa menimbulkan kegaduhan publik.

“Faktanya, semenjak wacana ini mencuat, banyak reaksi dari tokoh agama yang merasa keberatan, bahkan menolak. Di samping itu, sentimen ini makin diperparah dengan isu radikalisme yang baru-baru ini dilontarkan oleh Pak Menteri sehingga menimbulkan kondisi yang tidak kondusif. Saya khawatir apabila pengelolaan lembaga (red, Kementerian Agama) terus dilakukan seperti ini, program-program yang semestinya membangun rahmatan lil alamin justru menjadi kontradiktif” paparnya.

Berdasarkan keterangan Menteri Agama, program Penceramah Bersertifikat itu nantinya akan menggandeng berbagai elemen lembaga diantaranya MUI, BPIP, BNPT, dan Lemhanas.

Meski begitu, politisi PKS ini menyesalkan pelibatan BNPT sehingga menimbulkan kesan seolah para penceramah ini membawa bibit radikalisme dan berpotensi menimbulkan stigma negatif kepada para dai/penceramah ini.

“Soal radikalisme ini memang masih debatable, dan Pak Menteri berkali-kali menyinggung isu ini sehingga menciptakan persepsi liar di publik. Oleh karena itu, terminologi radikalisme dan radikal perlu diluruskan. Dalam hemat saya, radikalisme adalah tindakan yang bermuara kepada pembubaran negara atau merebut kekuasaan/kepemimpinan yang sah.” Ujarnya.

Sedangkan radikal, kata dia, berkaitan dengan diskursus akademik, yakni kemampuan untuk memikirkan sesuatu sampai ke akarnya sehingga menghasilkan pengetahuan yang kuat dan pemahaman mendalam. Alhasil, apabila orang yang berpikir radikal dianggap sebagai kelompok yang bertentangan dengan bangsa dan negara, bahkan dinilai intoleran, maka ada yang salah dengan cara berpikir negara, tandasnya.

Hal lainnya, Bukhori turut mengeluhkan proses pencairan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) pendidikan yang sudah dialokasikan Kemenag untuk membantu pondok pesantren maupun rumah Quran di sejumlah daerah. Pasalnya, sejumlah Bank penyalur meminta persyaratan yang janggal sehingga menghambat pencairan.

“Sebelumnya, kami mengapresiasi perhatian Kemenag terkait dana BOP untuk pesantren dan rumah Quran. Akan tetapi, sangat disayangkan terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan terkait soal pencairan oleh perbankan. Misalnya, Bank meminta persyaratan yang janggal seperti NPWP, SK, NJOP dimana hal tersebut di luar persyaratan yang telah ditetapkan Kemenag. Sebab itu, saya meminta supaya mereka (red, Bank) bisa segera ditertibkan, Pak Menteri,”Tutupnya.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Rofi' Munawwar

Bagikan:

Berita Terkait

Menag Berharap Hasil Kongres Umat Islam Diimplementasikan

Menag Berharap Hasil Kongres Umat Islam Diimplementasikan

Ditanya Wartawan AS Keinginan Masyarakat Menerapkan Syariat, Inilah Jawaban Menag

Ditanya Wartawan AS Keinginan Masyarakat Menerapkan Syariat, Inilah Jawaban Menag

Gus Dur Persilakan Warganya Bikin Partai

Gus Dur Persilakan Warganya Bikin Partai

Wali Kota Depok Sampaikan 10 Imbauan Pencegahan Covid-19

Wali Kota Depok Sampaikan 10 Imbauan Pencegahan Covid-19

Pemerintah Harus Perkuat UU Pernikahan

Pemerintah Harus Perkuat UU Pernikahan

Baca Juga

Berita Lainnya