Selasa, 2 Maret 2021 / 18 Rajab 1442 H

Nasional

MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan

Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Waketum MUI KH Muhyiddin Junaidi dalam pertemuan dengan ormas-ormas Islam di kantor MUI, Jakarta, Kamis (12/03/2020) membahas UU diskriminasi terhadap Muslim India.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan penolakan terhadap program dai bersertifikat yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Agama. Pernyataan sikap ini diambil Dewan Pimpinan MUI sesuai dengan keputusan Rapat Pimpinan MUI pada Selasa (08/09/2020) 20 Muharram 1442 H.

“Rencana sertifikasi Da’i/Muballigh dan/atau program Da’i/Muballigh bersertifikat sebagaimana direncanakan oleh Kementerian Agama telah menimbulkan kegaduhan, kesalahpahaman, dan kekhawatiran akan adanya intervensi Pemerintah pada aspek keagamaan yang dalam pelaksanaannya dapat menyulitkan umat Islam dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk mengontrol kehidupan keagamaan. Oleh karena itu MUI menolak rencana program tersebut,” salah satu poin pernyataan MUI disampaikan Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi sebagaimana disampaikan Sekjen MUI Buya Anwar Abbas kepada hidayatullah.com, Selasa.

Baca: Buya Anwar Abbas Tolak Program Dai Bersertifikat, Ancam Mundur jika MUI Terlibat

Baca: Kemenag Targetkan 8.200 Dai Bersertifikat Tahun Ini

MUI kata Kiai Muhyiddin dapat memahami pentingnya program peningkatan kompetensi (upgrading)
Da’i/Muballigh sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan Da’i/Muballigh terhadap materi dakwah/tabligh, terutama materi keagamaan kontemporer seperti ekonomi syariah, bahan produk halal, wawasan kebangsaan, dan sebagainya. “Namun program tersebut diserahkan sepenuhnya kepada ormas/kelembagaan Islam termasuk MUI dan pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk itu,” imbuhnya.

Dewan Pimpinan MUI pimpinan mengimbau kepada semua pihak agar tidak mudah mengaitkan masalah radikalisme dengan ulama, dai/muballigh dan hafizh serta tampilan fisik (performance) mereka, termasuk yang lantang menyuarakan amar makruf nahi munkar bagi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sehubungan dengan rencana program Sertifikasi Da’i/Muballigh dan/atau program Da’i/Muballigh Bersertifikat oleh Kementerian Agama sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agama dan pejabat Kementerian Agama melalui media massa, maka Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia…, dengan bertawakkal kepada Allah Subhanahu Wata’ala menyampaikan hal-hal (tersebut),” sebutnya juga.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Anies dikritik “Tempo” malah senang

Anies dikritik “Tempo” malah senang

Apapun Keputusan Hakim Memvonis Ahok, Pasti Dimintai Pertanggungjawaban

Apapun Keputusan Hakim Memvonis Ahok, Pasti Dimintai Pertanggungjawaban

Soal Miss World, KAMMI Laporkan RCTI  ke KPI

Soal Miss World, KAMMI Laporkan RCTI ke KPI

Soal Mesir, Ormas Aceh Surati SBY

Soal Mesir, Ormas Aceh Surati SBY

Prof. Shalih bin Abdullah Asy-Syatsri: Pentingnya Umat Islam Pelajari Bahasa Arab

Prof. Shalih bin Abdullah Asy-Syatsri: Pentingnya Umat Islam Pelajari Bahasa Arab

Baca Juga

Berita Lainnya