Ahad, 24 Januari 2021 / 11 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Buya Anwar Abbas Tolak Program Dai Bersertifikat, Ancam Mundur jika MUI Terlibat

Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Sekjen MUI Anwar Abbas
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Anwar Abbas menolak dengan tegas dan keras rencana Kementerian Agama (Kemenag) menggelar program dai bersertifikat. Buya Anwar, demikian dikenal, pun meminta MUI agar tidak ikut terlibat dalam program itu.

Anwar Abbas yang diketahui juga merupakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menjelaskan, ia bersikap demikian dilandasi sikap Menag Fachrul Razi yang kerap kali berbicara soal radikalisme.

“Melihat sikap dan cara pandang Menteri Agama yang selalu bicara tentang radikalisme yang ujung-ujungnya selalu mendiskreditkan dan menyudutkan umat Islam dan para dainya, maka saya Anwar Abbas secara pribadi yang juga kebetulan adalah Sekjen MUI dengan ini menolak dengan tegas dan keras program dai dan penceramah bersertifikat yang akan dilaksanakan oleh Kementrian Agama yang akan melibatkan MUI,” ujar Anwar di Jakarta kepada hidayatullah.com dalam pernyataan tertulisnya (05/09/2020).

“Bila hal ini terus dilaksanakan dan teman-teman saya di MUI menerimanya, maka begitu program tersebut diterima oleh MUI, maka ketika itu juga saya Anwar Abbas tanpa kompromi menyatakan diri mundur sebagai Sekjen MUI,” tambah Anwar.

Ia mengaku, pernyataan sikapnya itu disampaikan sebagai pertanggung jawabannya kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan kepada umat Islam di indonesia.

Baca: Sebut Ciri Radikalisme Hafal Al-Quran dan Bahasa Arabnya Bagus, Buya Anwar Abbas Kirim Surat Terbuka ke Menag

Sebelumnya, dalam webinar bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’, Menag mengatakan, cara masuk kelompok dan paham-paham radikalisme ke masjid-masjid di lingkungan pemerintahan, BUMN, dan di tengah masyarakat salah satunya menempatkan orang yang memiliki paham radikal dengan kemampuan keagamaan, kecapakan bahasa Arab bahkan hafiz (hafal al-Qur’an).

“Caranya masuk gampang. Pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arabnya bagus, hafizh (hafal al-Quran) mereka mulai masuk,” tutur Fachrul Razi dalam di kanal YouTube milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) pada Rabu (02/09/2020).

Baca: Kemenag: Soal “Good Looking” itu Hanya Ilustrasi

Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi soal ciri radikalisme menuai kontroversi. Buya Anwar Abbas, menyampaikan surat terbuka untuk Menteri Agama RI Fachrul Razi terkait kondisi terkini dan pernyataan Menag belakangan ini.

“Menteri Agama kalau berbicara ujung-ujungnya radikalisme. Dan yang kena ujung-ujungnya umat Islam. Kita memang tidak setuju dengan radikalisme karena ujung-ujungnya tidak mengenakkan bagi banyak pihak terutama pihak tertentu. Tetapi mestinya Menteri Agama juga mempersoalkan kenapa muncul radikalisme? Kalau menurut Menteri Agama tentu karena kurikulum dan buku-buku ajar yang ada memuat hal tersebut, atau karena banyak dai yang berpikiran demikian,” ungkap Anwar dalam pernyataan tertulisnya kepada hidayatullah.com, Jumat (04/09/2020).*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Orangtua Harus Bernyali Atasi Kejahatan Pornografi pada Anak

Orangtua Harus Bernyali Atasi Kejahatan Pornografi pada Anak

CIIA: Blokir Menunjukkan Kekalahan Rezim pada Media Kritis

CIIA: Blokir Menunjukkan Kekalahan Rezim pada Media Kritis

Ketua MPR: Indonesia Negara Paling Toleran

Ketua MPR: Indonesia Negara Paling Toleran

Serangan Rusia Ke Suriah Dinilai Upaya Memecah Belah Negara

Serangan Rusia Ke Suriah Dinilai Upaya Memecah Belah Negara

Pimpinan DPR: Bagi-bagi Sembako saat Pilkada Termasuk Penistaan Demokrasi

Pimpinan DPR: Bagi-bagi Sembako saat Pilkada Termasuk Penistaan Demokrasi

Baca Juga

Berita Lainnya