Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Kemenag: Soal “Good Looking” itu Hanya Ilustrasi

Zulkarnain/hidayatullah.com
Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin, mantan Dirjen Pendidikan Islam
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi soal “good looking” itu hanya ilustrasi.

Menurut Kamaruddin, substansi yang harus ditangkap adalah perlunya kehati-hatian pengelola rumah ibadah, terutama yang ada di lingkungan Pemerintah dan BUMN, agar mengetahui betul rekam jejak pandangan keagamaan jamaahnya.

“Statement Menag tidak sedang menuduh siapapun. Menag hanya mengilustrasikan tentang pentingnya memagari agar ASN yang dipercaya mengelola rumah ibadah tidak memiliki pandangan keagamaan ekstrem bahkan radikal yang bertentangan dengan prinsip kebangsaan,” jelasnya di Jakarta (04/09/2020).

Sebelumnya Menag menyampaikan pandangannya tentang pentingnya mewaspadai paham ekstrem keagamaan yang mengarah pada penolakan radikal terhadap eksistensi NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.

Pandangan tersebut dilontarkan Menag pada acara peluncuran aplikasi ASN No Radikal yang digelar oleh Kemenpan RB. Menurut Menag, penetrasi paham keagamaan esktrem itu bisa terjadi di mana saja, termasuk di rumah ibadah.

Baca: Sebut Ciri Radikalisme Hafal Al-Quran dan Bahasa Arabnya Bagus, Buya Anwar Abbas Kirim Surat Terbuka ke Menag

Menurut Kamaruddin, pernyataan Menag tak dalam konteks mengeneralisir. Sebab, pandangan itu disampaikan Menag pada konteks seminar yang membahas Strategi Menangkal Radikalisme pada ASN.

“Jadi pandangan Menag itu disampaikan terkait bahasan menangkal radikalisme di ASN,” sebut Kamaruddin.

Sebagai solusi, menurut Kamaruddin, Menag pun menawarkan agar pengurus rumah ibadah di instansi pemerintah dan BUMN direkrut dari pegawai yang bisa diketahui rekam jejaknya dengan baik.

Menurut Kamaruddin, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir terus berupaya menangkal masuknya pemahaman keagamaan yang ekstrem dalam lingkungan ASN. Sebab, ASN harus menjadi teladan dalam hal cinta tanah air dan praktik beragama yang moderat.

Ia menyebut juga bahwa Kemenag akan membuka program penceramah bersertifikat. Tahun ini, ditargetkan 8.200 peserta. Program ini bersifat sukarela, sehingga tidak ada paksaan.

“Kemenag bersinergi dengan majelis agama, ormas keagamaan, BNPT, BPIP, dan Lemhanas,” sebutnya.

“Penceramah akan dibekali wawasan kebangsaan, Pancasila dan moderasi beragama,” lanjutnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Preman Bayaran Diduga Serang Pedagang Muslim di Thamrin City

Preman Bayaran Diduga Serang Pedagang Muslim di Thamrin City

Ahad, Dompet Dhuafa Kirim Relawanya Menuju Pengungsian Rohingya

Ahad, Dompet Dhuafa Kirim Relawanya Menuju Pengungsian Rohingya

AUI NTB: Penanganan Kasus Ahok Sangat Lamban, Kedatangan Jokowi Bisa Ditolak

AUI NTB: Penanganan Kasus Ahok Sangat Lamban, Kedatangan Jokowi Bisa Ditolak

MUI: Pentingya Koordinasi Dalam Berdakwah

MUI: Pentingya Koordinasi Dalam Berdakwah

Al-Irsyad Dukung Pemerintah Saudi Menyerang Pemberontak Al-Hautsi di Yaman

Al-Irsyad Dukung Pemerintah Saudi Menyerang Pemberontak Al-Hautsi di Yaman

Baca Juga

Berita Lainnya