Rabu, 17 Februari 2021 / 5 Rajab 1442 H

Nasional

Tergesa-Gesa Pilih Vaksin Covid-19,  Pemerintah Ingin Pengaruhi Psikologi Masyarakat

ilustrasi
Bagikan:

Hidayatullah.comTergesa-gesa pilih vaksin Covid-19 bentuk upaya pemerintah pengaruhi psikologis rakyat. Pernyataan ini disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Sukamta melalui pesan tertulis.

Menurut Sukamta, saat ini berbagai negara berlomba-lomba menemukan vaksin Covid-19 bahkan sudah ada beberapa yang berani menawarkan dan telah memberikan perkiraan harga namun vaksin belum selesai uji klinik fase ketiga. Namun belum ada satupun yang menyatakan menemukan vaksin yang menangkal virus Covid-19.

“Pemerintah terkesan terburu-buru dengan memutuskan vaksin produksi Sinovac yang akan digunakan. Padahal uji klinis tahap 3 yang dilakukan Sinovac bekerjasama dengan Biofarma belum keluar hasilnya. Apakah efektif menangkal virus Covid-19 atau tidak. Kemudian penelitian-penelitian terbaru menunjukan bahwa Covid-19 mengalami mutasi sehingga dimungkinkan ketika uji klinis tahap 3 berhasil namun pada saat vaksinasi secara massal Covid19 telah memiliki mutasi berbeda sehingga tidak efektif,” jelas Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jumat (28/8/2020).

Sukamta merasa pemerintah sedang mempengaruhi psikologi masyarakat dan khususnya pelaku bisnis dengan memberikan keyakinan bahwa pemerintah di jalan yang benar dalam penanganan Covid-19 setelah mengadakan perjanjian komitmen penyediaan vaksin. Namun, langkah pemerintah ini bisa menjadi blunder dikemudian hari apabila ternyata vaksin Covid-19 ini tidak efektif. Sehingga berdampak pada rentannya kesehatan masyarakat dan kerugian negara.

“Kami berharap kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga kehati-hatian dalam menentukan vaksin. Vaksin harus enar-benar tepat dan efektif untuk melindungi masyarakat di Indonesia,” harap legislator asal DI Yogyakarta ini

Sukamta juga berpesan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, menunggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun walaupun kelak ditemukan obat maupun vaksin  Pemerintah melalui kementrian BUMN dan Kemenlu  telah terjalin kerjasama produksi vaksin Covid-19 dengan perusahaan asal China Sinovac.

Alasan pemerintah memilih Sinovac berdasarkan pada berpengalaman Sinovac dalam hal pengembangan vaksin SARS kemudian, mempunyai produk yang memenuhi pre-kualifikasi WHO dan kesamaan platform produksi dengan Bio Farma yakni inactivated vaccine. Namun menurut info yang beredar luas vaksin produksi Sinovac merupakan vaksin dengan harga termahal dibandingkan dengan vaksin Covid-19 yang di produksi oleh perusahaan lain dan belum teruji efektif mematikan virus Covid-19.

Upaya menenangkan masyarakat perlu, namun jangan sampai berbuah kerugian baik bagi rakyat maupun Negara.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Rofi' Munawwar

Bagikan:

Berita Terkait

Kedinginan, Pengungsi Korban Gempa Butuh Karpet dan Selimut

Kedinginan, Pengungsi Korban Gempa Butuh Karpet dan Selimut

Mensos: 100 Titik Lokalisasi Lagi yang Harus Ditutup

Mensos: 100 Titik Lokalisasi Lagi yang Harus Ditutup

Ujian Nasional Ditiadakan, Cegah Pelajar Kena Covid-19

Ujian Nasional Ditiadakan, Cegah Pelajar Kena Covid-19

Resmikan Patung Yesus Raksasa, SBY: Tanah ini Penuh Berkah

Resmikan Patung Yesus Raksasa, SBY: Tanah ini Penuh Berkah

Sandi Paparkan Tips Berbisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Sandi Paparkan Tips Berbisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Baca Juga

Berita Lainnya