Selasa, 6 Juli 2021 / 27 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Angka Perceraian Terus Meningkat, BKKBN: Sebelum Nikah, Remaja Harus Persiapkan Diri dengan Matang

Desi Suryanto/Harian Jogja
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo
Bagikan:

Hidayatullah.com– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) khawatir dengan angka perceraian di Indonesia yang terus meningkat. Dalam kurun waktu 2015 hingga 2018, tren perkara putusan perceraian di Pengadilan Agama di Indonesia terus meningkat tiga persen.

Kalau merujuk data, umumnya gugatan perceraian diajukan oleh pihak perempuan. Misalnya, pada tahun 2015, sebanyak 281,1 persen gugatan diajukan oleh perempuan, sementara laki-laki 113,3 persen.

Angka itu terus mengalami peningkatan hingga tahun 2018, di mana putusan Pengadilan Agama pihak perempuan lebih mendominasi yaitu 307,7 persen berbanding 111,4 persen laki-laki.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, merujuk pada data tersebut gugatan paling dominan memang diajukan oleh perempuan dan hal tersebut menjadi kekhawatiran bersama.

“Ini berarti bukan perempuan yang salah semata namun mungkin saja banyak laki-laki kurang bertanggung jawab,” ujar Hasto dalam diskusi daring bertema “Rencanakan Hidupmu dengan Menjaga Kesehatan Reproduksi” yang dipantau di Jakarta, Selasa (25/08/2020) kutip laman Antaranews.

Baca: BKKBN: LGBT Musuh Utama Pembangunan

Baca: Kepala BKKBN: Puasa Senin-Kamis dan Mandi Tengah Malam Bikin Sehat

Oleh karena itu, untuk menghindari peningkatan angka perceraian, BKKBN mengingatkan para remaja Indonesia agar melakukan persiapan matang sebelum menikah. BKKBN mengajak para remaja mempersiapkan diri jika ingin menikah, termasuk persiapan usia dan lain sebagainya.

“Untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan SDM unggul, maka remaja yang belum memasuki rumah tangga persiapan serta rencana harus baik,” sebut Hasto.

Sebab, menurutnya, kalau pasangan tidak memperhatikan usia menikah atau menikah pada usia dini, maka di antara risiko terburuk yaitu kematian ibu dan anak. “Termasuk kekerasan dalam rumah tangga, kesehatan terganggu, konflik yang berkepanjangan karena belum dewasa dan sebagainya,” sebut Hasto.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

BPOM Ambon Pantau Penarikan Suplemen Makanan Ber-DNA Babi

BPOM Ambon Pantau Penarikan Suplemen Makanan Ber-DNA Babi

PKS Dukung RUU Larangan Minuman Beralkohol

PKS Dukung RUU Larangan Minuman Beralkohol

Prabowo Minta Pendukungnya Tidak Berbondong-bondong ke MK

Prabowo Minta Pendukungnya Tidak Berbondong-bondong ke MK

NU-Muhammadiyah Tingkatkan Kerja Sama Konstruktif

NU-Muhammadiyah Tingkatkan Kerja Sama Konstruktif

UAS Dideportasi, DPR Ingatkan Kewajiban Negara Lindungi WNI

UAS Dideportasi, DPR Ingatkan Kewajiban Negara Lindungi WNI

Baca Juga

Berita Lainnya