Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

HMPI: Wujudkan Kemerdekaan Hadapi Oligarki, Lakukan Transformasi Keadilan Sosial Sebaik-baiknya

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Bendera Merah Putih berkibar di Kampung Janis, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Ahad (16/08/2020). Permukiman ini terletak di tanah PT KAI, tepat di samping rel kereta yang masih aktif digunakan.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Hari ini, Senin (17/08/2020), segenap rakyat Indonesia memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun. Untuk mewujudkan kemerdekaan dalam menghadapi oligarki, menurut Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), transformasi keadilan sosial harus dijalankan sebaik-baiknya.

“Transformasi keadilan sosial tidak selamanya harus dilakukan dengan kritik yang sangat tendensius dengan memainkan irama dan alogoritma, layaknya buzzer. Transformasi keadilan sosial harus dijalankan dengan analitis, sistematis dan analitis,” kata salah seorang Ketua DPP HMPI, Fadhly Azhar, sebagaimana rilis HMPI kepada hidayatullah.com semalam.

Pesan itu sebelumnya disampaikan Fadhly untuk semua aktivis pergerakan dan akademisi dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-75 di lantai Rooftop Allseason Thamrin, Jakarta Pusat, Ahad (16/08/2020).

Menurut Ketua Bidang Kaderisasi Gerakan Nasionalis Kebangsaan Rakyat Indonesia ini, ada 3 tahapan untuk melakukan keadilan sosial.

“Tahap pertama adalah melakukan identifikasi dengan melakukan observasi dengan melakukan analisis sosial tentunya,” ujar Tenaga Ahli Budaya Maritim pada Asosiasi Pemerintah Daerah Kelautan dan Pesisir (ASPEKSINDO) ini.

Tahap kedua, tambahnya, melakukan analisis pemecahan masalah. Tahap ketiga, melakukan pemecahan masalah melalui transformasi melawan oligarki dengan langkah taktis.

Fadhly Azhar juga mengatakan bahwa pesantren, koperasi, dan afirmasi pendidikan di tingkatan masyarakat pesisir dan kelautan bisa menjadi medium untuk melakukan transformasi keadilan sosial.

“Langkah taktis yang bisa dilakukan untuk melawan oligarki adalah dengan cara pemberdayaan masyarakat desa di tiap sektor yang menjadi potensi desa, afirmasi pendidikan untuk buruh-tani serta nelayan, dan juga dapat menguatkan kembali koperasi tanpa melibatkan tengkulak,” ujarnya menegaskan.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Meiliana Divonis 1,6 Tahun Bui, Diminta Tidak Dipolitisasi

Meiliana Divonis 1,6 Tahun Bui, Diminta Tidak Dipolitisasi

BWI Akan Bentuk Forum Nadzir Nasional

BWI Akan Bentuk Forum Nadzir Nasional

Din Syamsuddin: Densus Jangan Membasmi Teror dengan Teror!

Din Syamsuddin: Densus Jangan Membasmi Teror dengan Teror!

Hadir di Yogyakarta, MIUMI: Islam Bukan Masalah Kemajemukan

Hadir di Yogyakarta, MIUMI: Islam Bukan Masalah Kemajemukan

Ganggu Stabilitas Bangsa, Prabowo Akan Tertibkan Syiah dan Ahmadiyah

Ganggu Stabilitas Bangsa, Prabowo Akan Tertibkan Syiah dan Ahmadiyah

Baca Juga

Berita Lainnya