Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

HMPI: Wujudkan Kemerdekaan Hadapi Oligarki, Lakukan Transformasi Keadilan Sosial Sebaik-baiknya

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Bendera Merah Putih berkibar di Kampung Janis, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Ahad (16/08/2020). Permukiman ini terletak di tanah PT KAI, tepat di samping rel kereta yang masih aktif digunakan.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Hari ini, Senin (17/08/2020), segenap rakyat Indonesia memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun. Untuk mewujudkan kemerdekaan dalam menghadapi oligarki, menurut Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), transformasi keadilan sosial harus dijalankan sebaik-baiknya.

“Transformasi keadilan sosial tidak selamanya harus dilakukan dengan kritik yang sangat tendensius dengan memainkan irama dan alogoritma, layaknya buzzer. Transformasi keadilan sosial harus dijalankan dengan analitis, sistematis dan analitis,” kata salah seorang Ketua DPP HMPI, Fadhly Azhar, sebagaimana rilis HMPI kepada hidayatullah.com semalam.

Pesan itu sebelumnya disampaikan Fadhly untuk semua aktivis pergerakan dan akademisi dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-75 di lantai Rooftop Allseason Thamrin, Jakarta Pusat, Ahad (16/08/2020).

Menurut Ketua Bidang Kaderisasi Gerakan Nasionalis Kebangsaan Rakyat Indonesia ini, ada 3 tahapan untuk melakukan keadilan sosial.

“Tahap pertama adalah melakukan identifikasi dengan melakukan observasi dengan melakukan analisis sosial tentunya,” ujar Tenaga Ahli Budaya Maritim pada Asosiasi Pemerintah Daerah Kelautan dan Pesisir (ASPEKSINDO) ini.

Tahap kedua, tambahnya, melakukan analisis pemecahan masalah. Tahap ketiga, melakukan pemecahan masalah melalui transformasi melawan oligarki dengan langkah taktis.

Fadhly Azhar juga mengatakan bahwa pesantren, koperasi, dan afirmasi pendidikan di tingkatan masyarakat pesisir dan kelautan bisa menjadi medium untuk melakukan transformasi keadilan sosial.

“Langkah taktis yang bisa dilakukan untuk melawan oligarki adalah dengan cara pemberdayaan masyarakat desa di tiap sektor yang menjadi potensi desa, afirmasi pendidikan untuk buruh-tani serta nelayan, dan juga dapat menguatkan kembali koperasi tanpa melibatkan tengkulak,” ujarnya menegaskan.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Jambore dan Olimpiade Pelajar Hidayatullah ke 5 se Jawa Tengah dan DIY Diikuti 500 Pelajar

Jambore dan Olimpiade Pelajar Hidayatullah ke 5 se Jawa Tengah dan DIY Diikuti 500 Pelajar

MUI Buka Posko Pengaduan Kejahatan Seksual Anak

MUI Buka Posko Pengaduan Kejahatan Seksual Anak

Kemampuan Baca Tulis Al-Qur`an Masyarakat Masih Rendah

Kemampuan Baca Tulis Al-Qur`an Masyarakat Masih Rendah

ACT: Penegak Hukum Tak Perlu Tendensius terhadap Lembaga Kemanusiaan

ACT: Penegak Hukum Tak Perlu Tendensius terhadap Lembaga Kemanusiaan

FUIB Lampung: Pembakaran ‘Bendera Tauhid’ Lukai Umat Islam

FUIB Lampung: Pembakaran ‘Bendera Tauhid’ Lukai Umat Islam

Baca Juga

Berita Lainnya