Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Muslimah Hidayatullah dan BMH Gelar Pemulihan Trauma di Pengungsian Masamba

Bagikan:

Hidayatullah.comHari ini hampir sebulan musibah banjir bandang di Masamba, Luwu Utara. Laznas BMH bersama SAR Hidayatullah telah fokus mengisi masa recovery (pemulihan) musibah banjir Masamba dengan kegiatan trauma healing (pemulihan trauma).

Dai BMH, Ustadz Ilham Syawal menjelaskan, di masa recovery ini, bersama berbagai pihak termasuk Muslimat Hidayatullah menggelar kegiatan trauma healing.  “Masa recovery kami isi dengan kegiatan trauma healing dengan beragam kegiatan. Mulai dari kegiatan game lapangan untuk anak-anak dan remaja, hingga pengajian dan pembelajaran Alquran untuk kaum ibu dan bapak-bapak di pengungsian yang berlokasi di Meli, Baebunta, Luwu Utara,” terang Ustadz Ilham Syawal (11/8/2020).

Dakwah Ustadz Ilham Syawal untuk memberikan pencerahan ruhani bagi para pengungsi juga diberi kepercayaan oleh Baznas yang telah mendirikan mushola darurat di Petambua. “Sehari-hari saya bersama teman-teman BMH dan SAR Hidayatullah mengisi pengajian di pengungsian warga Meli, juga saya diminta untuk memberikan pembinaan pengungsi di mushola darurat yang berada di pengungsian warga Petambua,” jelasnya.

Program dakwah dan pendidikan yang dilakukan di pengungsian mendapat sambutan positif dari para pengungsi. “Kami sangat terbantu dengan dai tangguh dan relawan BMH dan SAR Hidayatullah. Mereka bukan saja bisa bantu kami buat tenda dan kebutuhan makan, tapi juga didik kami, ceramah, dan ajar anak-anak kami. Kami sangat bahagia, rasanya trauma ini perlahan-lahan mulai berkurang,” ungkap seorang pengungsi Bapak Ardi (43 tahun).

Hal serupa juga disampaikan oleh Nurul Hijrah Az-Zahrah. Siswi kelas IX di SMPN 1 Masamba itu mengkau bahagia dengan kiprah dakwah dai tangguh BMH di pengungsian. “Senang saya dan teman-teman. Tidak terbayang akan seenak ini di pengungsian, karena kami diajar mengaji, sholat, dan bermain. Sekarang saya sudah hafal Surah An-Naba’ selama mengungsi ini, saya ingin menjadi penghafal Quran,” ungkap gadis murah senyum itu.

Sampai saat ini program masih berlangsung di pengungsian. Warga berharap kiranya dapat dibantu dari sisi kesediaan bahan bangunan untuk mereka dapat mendirikan huntara. Karena sampai saat ini masyarakat di Meli tidak berani kembali ke lokasi tempat mereka tinggal sebelumnya.

“Kalau ada mau bantu kami, kirimkan doa. Dan, kalau bisa papan, dan keperluan kami bangun rumah sementara,” pungkas seorang pengungsi, Fadli (32 tahun).*/kiriman Imam Nawawi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Rofi' Munawwar

Bagikan:

Berita Terkait

Menag Lepas 136 Hafidz Quran Belajar ke Turki

Menag Lepas 136 Hafidz Quran Belajar ke Turki

Umat Islam Berperan Penting Teguhkan Pancasila

Umat Islam Berperan Penting Teguhkan Pancasila

Digugat Anaknya Rp 1,8 M, Rokayah Doakan Kebaikan Sang Buah Hati

Digugat Anaknya Rp 1,8 M, Rokayah Doakan Kebaikan Sang Buah Hati

Jalaluddin Rakhmat dinilai Berpeluang jadi Menteri Agama

Jalaluddin Rakhmat dinilai Berpeluang jadi Menteri Agama

Lulusan Marama Putri Borong Nilai Terbaik Ujian Nasional Tingkat SLTA Jurusan Bahasa se Kota Balikpapan

Lulusan Marama Putri Borong Nilai Terbaik Ujian Nasional Tingkat SLTA Jurusan Bahasa se Kota Balikpapan

Baca Juga

Berita Lainnya