Dompet Dakwah Media

Komisi I Nilai Indonesia Perlu Bantu Korban Ledakan Libanon

"Mengingat peristiwa ledakan ini mungkin akan membuat situasi krisis di Libanon lebih buruk. KBRI perlu antisipasi hal ini, meski kita tentu tidak berharap hal ini terjadi"

Komisi I Nilai Indonesia Perlu Bantu Korban Ledakan Libanon
twitter
Tampak kehancuran di Pelabuhan Beirut, Libanon, pasca ledakan pada Selasa (04/08/2020).

Terkait

Hidayatullah.com– Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, Indonesia perlu memberikan bantuan untuk meringankan derita masyarakat Libanon yang menjadi korban ledakan.

“Meski saat ini Indonesia juga sedang alami kondisi ekonomi yang berat akibat pandemi Covid-19, saya kira tetap perlu kita sebagai negara sahabat memberikan bantuan kepada masyarakat Libanon yang menjadi korban ledakan. Dalam hal ini Kedubes RI di Libanon bisa memberikan ilustrasi kebutuhan apa saja yang diperlukan di sana,” ujar Sukamta kepada hidayatullah.com, Jumat (07/08/2020) lewat pernyataan tertulisnya.

Ledakan yang terjadi di Pelabuhan Beirut, Selasa (04/08/2020) itu hingga Kamis (06/08/2020) sebutnya menyebabkan sedikitnya 135 korban jiwa dan 5.000 orang alami luka-luka. Sukamta menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan yang mendalam.

Peristiwa ini dinilai tentu akan menambah derita masyarakat Libanon yang sedang dirundung krisis politik dan ekonomi serta pandemi Covid-19.

Pada sisi lain, Sukamta menilai, peristiwa ledakan yang diduga terkait penyimpanan 2.700 ton amonium nitrat secara tidak aman ini juga perlu menjadi kewaspadaan supaya tidak terjadi di Indonesia.

“Beberapa peristiwa serupa pernah terjadi, seperti di Tianjin China pada tahun 2015, Ryongchon Korea Utara tahun 2004 dan di Texas Amerika Serikat pada 1947. Saya kira pemerintah perlu pastikan jika ada penyimpanan zat yang mudah meledak, harus tersimpan sesuai standar pengamanan dan ditempatkan di gudang yang jauh dari permukiman penduduk,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS ini mewanti-wanti.

Tak lupa Sukamta memberikan apresiasi kepada Kedubes RI di Libanon yang dinilai telah bertindak cepat untuk memantau kondisi WNI di sana. Apresiasi pun diberikan Sukamta kepada Kontingen Garuda yang tergabung dalam Misi Perdamaian PBB UNIFIL yang ikut membantu penanganan pasca ledakan dengan melakukan evakuasi korban.

“Kita harapkan KBRI di Libanon terus memantau kondisi WNI dan memberikan bantuan yang memadai jika diperlukan. Mengingat peristiwa ledakan ini mungkin akan membuat situasi krisis di Libanon lebih buruk. KBRI perlu antisipasi hal ini, meski kita tentu tidak berharap hal ini terjadi,” ujarnya.*

Rep: SKR

Editor:

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !