Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Mendikbud Mohon Maaf dan Minta NU, Muhammadiyah, PGRI Gabung POP Lagi

Istimewa
Mendikbud Nadiem A Makarim minta maaf atas polemik Program Organisasi Penggerak Kemendikbud
Bagikan:

Hidayatullah.com- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem A Makarim, memohon maaf dan mengajak kembali NU, Muhammadiyah, dan PB PGRI bergabung dalam Program Organisasi Penggerak (POP). Hal itu Nadiem sampaikan dalam video dan siaran pers terkait polemik dana POP yang ramai dibahas akhir-akhir ini.

“Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna,” kata Nadiem Makarim dalam unggahan video di akun Youtube resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Selasa Sore (28/07/2020).

Mendikbud secara terbuka berharap organisasi penggerak seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang selama ini sudah menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan bahkan jauh sebelum negara ini berdiri, dapat kembali bergabung dalam POP.

Sebelumnya, NU, Muhammadiyah dan PGRI menyatakan mundur dari POP. Muhammadiyah menyampaikan alasan mereka keluar dari program itu yakni kriteria pemilihan ormas dan Lembaga Pendidikan yang ditetapkan lolos evaluasi proposal sangat tidak jelas dan tidak transparan.

Begitu juga dengan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU KH Arifin Junaidi yang menilai konsep POP yang diluncurkan oleh Kemendikbud tidak matang. Setidaknya ada tiga hal yang, menurutnya berpotensi menjadi masalah besar dan menjadikan POP ini patut untuk dievaluasi.

Adapun PB PGRI mengatakan alasan mundur karena berbagai pertimbangan di tengah pandemi Covid-19, dana POP seharusnya bisa digunakan untuk menunjang kebutuhan infrastruktur sekolah, guru, dan murid.

PGRI juga melihat perlunya kehati-hatian dalam penggunaan anggaran POP yang harus dipertanggungjawabkan secara baik dan benar. Mengingat waktu pelaksanaan yang singkat, mereka menilai tidak bisa dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga bisa timbul akibat yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Selanjutnya, Nadiem beserta kementerian yang dipimpinnya menyampaikan bahwa ia siap untuk mendengar dan belajar dari berbagai organisasi masyarakat yang lebih dulu berkecimpung di dunia pendidikan.

“Kami di Kemendikbud siap mendengar, siap belajar,” ujar Nadiem di akhir video.

Pernyataan itu disampaikan Nadiem saat menutup penjelasan dan permintaan maafnya atas dinilai kesalahpahaman mengenai Program Organisasi Penggerak (POP) yang diluncurkannya beberapa waktu lalu.

Tidak lupa, Nadiem memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas masukan NU, Muhammadiyah, dan PGRI mengenai POP.

Menurutnya, dia dan Kemendikbud membutuhkan bimbingan dari ketiga organisasi tersebut dalam proses pelaksanaan POP yang belum sempurna.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Cegah Pemurtadan, MER-C Lakukan Rekonstruksi Sumbar

Cegah Pemurtadan, MER-C Lakukan Rekonstruksi Sumbar

HASI Kirim Tim Relawan Keempat menuju Suriah

HASI Kirim Tim Relawan Keempat menuju Suriah

Dinilai Melanggar Kesepakatan, Warga Bekasi Akan Demo Gereja Santa Clara

Dinilai Melanggar Kesepakatan, Warga Bekasi Akan Demo Gereja Santa Clara

MUI Sarankan Beri KTP Khusus Aliran Kepercayaan

MUI Sarankan Beri KTP Khusus Aliran Kepercayaan

NU Ancam Kerahkan Massa Tutup Dolly

NU Ancam Kerahkan Massa Tutup Dolly

Baca Juga

Berita Lainnya