Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

MUI: Jika Tak Bisa di RPH, Boleh Potong Kurban di Tempat Biasa dengan Protokol Kesehatan

Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh di gedung MUI, Jakarta, Senin (16/03/2020), menyampaikan fatwa MUI terkait ibadah saat virus corona sedang mewabah.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar kegiatan pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) saja. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan warga, anak-anak, yang biasa menonton aktivitas pemotongan hewan.

“Ada beberapa langkah yang bisa diambil. Pertama, sebaiknya pihak yang terlibat mengoptimasi sarana yang tersedia, seperti rumah potong hewan. Kita bisa lihat, dalam kondisi normal, pelaksanaan ibadah kurban itu untuk kepentingan ibadah sekaligus kepentingan hiburan bagi masyarakat. Banyak anak-anak menonton, melihat, bersenang-senang, dan menyaksikan aktivitas pemotongan,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh dalam tayangan YouTube BNPB, Selasa (28/07/2020).

Asrorun mengatakan tidak masalah penyembelihan dilakukan di RPH, demi menghindari hal-hal yang khawatir terjadi. Dengan begitu di tempat pemotongan hanya orang-orang tertentu saja yang hadir.

“Tapi, karena ada masalah untuk kepentingan kemaslahatan yang lebih besar, kita hindari kerumunan, hanya orang yang memiliki keahlian, hanya orang yang memiliki kebutuhan langsung dalam proses penyembelihan yang hadir. Sebaiknya dilokalisasi di RPH yang terjamin aspek syar’inya,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa orang yang berkurban tidak harus datang secara langsung, karena hal itu bisa diwakili oleh orang memiliki keahlian.

“Kedua, sungguh pun si pekurban disunahkan untuk menyembelih sendiri, tapi jika karena ada satu dan lain hal karena kondisi kesehatan, bisa dilaksanakan oleh orang yang memiliki kompetensi. Kita wakilkan penyembelihan ke orang yang memiliki keahlian,” ungkapnya.

Lebih jauh, jika tidak memungkinkan untuk memotong hewan kurban di RPH, MUI membolehkan masyarakat bisa melakukannya di tempat biasa asal tidak melupakan protokol kesehatan yang berlaku.

“Jika tidak mampu bekerja sama dengan RPH karena persoalan kapasitas, bisa dilaksanakan di tempat biasa tapi harus dipastikan protokol kesehatan jalan terus. Jangan sampai tujuan mulia melaksanakan ibadah kurban tapi berdampak kepada kemaslahatan, terjadi potensi penularan. Ini harus kita cegah bersama,” ujarnya.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Wacana Mendagri soal Rektor, Alasan “Radikalisme” Dinilai Terlalu Berlebihan

Wacana Mendagri soal Rektor, Alasan “Radikalisme” Dinilai Terlalu Berlebihan

DPR RI Perjuangkan Isu Krisis Rohingya, Myanmar Menolak

DPR RI Perjuangkan Isu Krisis Rohingya, Myanmar Menolak

Revolusi Informasi, Kemenag Undang Media Islam Latihan Pembuatan Video Pendek

Revolusi Informasi, Kemenag Undang Media Islam Latihan Pembuatan Video Pendek

Hidayatullah Lepas Relawan Guru Menuju Aceh

Hidayatullah Lepas Relawan Guru Menuju Aceh

Susun Kamus Bahasa Arab, Thoha Husein 14 Tahun Kumpulkan Kata

Susun Kamus Bahasa Arab, Thoha Husein 14 Tahun Kumpulkan Kata

Baca Juga

Berita Lainnya