Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Lebih 100 Dokter Alumni Pondok Gontor Perkuat Sistem Penanganan Covid-19

FBPondok Modern Darussalam Gontor
[Ilustrasi] Santri Pondok Modern Darussalam Gontor
Bagikan:

Hidayatullah.com– Untuk memperkuat sistem dan mekanisme pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19, sebanyak lebih dari 100 dokter alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang tergabung dalam Ikatan Dokter alumni Gontor (IDAGI) turut membantu Pondok Gontor.

Jubir Satgas Covid-19 Gontor M Adib Fuadi Nuriz mengatakan, selain memberikan saran dan masukan yang substansial dalam pencegahan dan percepatan penanganan covid-19, para dokter itu pun memberikan panduan untuk langkah-langkah strategis bagi Gontor dalam peningkatan kesehatan santri baik dalam jangka panjang.

“Dengan saran dan masukan mereka, kita mendapatkan landasan ilmiah dalam melangkah. Koordinasi dan konsultasi ini telah berlangsung semenjak epidemi ini terjadi. Dan semakin kita intensifkan semenjak tiga bulan terakhir ini,” ujar Adib dalam siaran persnya pada Ahad (12/07/2020) diterima hidayatullah.com.

Baca: Ponorogo Berstatus Zona Oranye Bukan karena Pondok Gontor, tapi Kluster Ronowijayan

Para dokter itu, setelah tamat Gontor meneruskan ke jenjang pendidikan berikutnya di Fakultas Kesehatan di berbagai universitas di dalam dan luar negeri. Seperti: UGM, Trisakti, Yarsi, UMJ, Undip, UNY, UNAIR, UNHAS, UMI Makassar, Unsyiah Aceh, Unjani, Al-Azhar University Mesir, dan lain sebagainya.

Di antara dokter tersebut yaitu dr Taniem Nawawi. Dokter yang bertugas di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, ini menyampaikan bahwa Gontor memiliki modal gaya hidup sehat.

Sebagaimana diketahui, sejak awal terjadinya pandemi Covid-19, Pondok Gontor di Ponorogo, Jawa Timur itu menetapkan dengan ketat disiplin untuk menjaga jarak, mencuci tangan, mengenakan masker, plus memperbanyak wudhu.

Baca: PP Darussalam: Alhamdulillah Santri Gontor Sudah Sembuh dari Covid-19

Kegiatan diatur ulang untuk memberikan kesempatan beristirahat yang cukup. Tempat santri beristirahat pun ditata ulang untuk memastikan pemenuhan terhadap standar jarak fisik.

“Pola kehidupan di Gontor dengan kesederhanaan dan taat akan protokol kesehatan seperti, memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, makan makanan yang bergizi, berolahraga yang teratur, berjemur di pagi hari, serta meng-handle stres agar supaya imunitas tubuh tetap terjaga adalah modal yang sangat kuat untuk menjaga kesehatan,” jelas dr Taniem.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

HNW: Kenapa Tak Bisa Diterapkan Pelonggaran bagi Ibadah Umat Islam

HNW: Kenapa Tak Bisa Diterapkan Pelonggaran bagi Ibadah Umat Islam

Djarot Saiful Hidayat: Percayalah pada Kepemimpinan Baru

Djarot Saiful Hidayat: Percayalah pada Kepemimpinan Baru

Ormas Islam desak Pemerintah Aceh Cabut Izin Hotel Pelanggar Syariat

Ormas Islam desak Pemerintah Aceh Cabut Izin Hotel Pelanggar Syariat

KH Hasyim Muzadi: “Indonesia Negara Ruwet”

KH Hasyim Muzadi: “Indonesia Negara Ruwet”

Seminar dan Peluncuran “Rihlah Ilmiah Wan Daud”

Seminar dan Peluncuran “Rihlah Ilmiah Wan Daud”

Baca Juga

Berita Lainnya