Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pengamat: Pembakaran Bendera PDIP Tak Perlu Dibesar-besarkan

Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Massa aksi tolak RUU HIP membakar bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) dan bendera PDIP di depan gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/06/2020) sore.
Bagikan:

Hidayatullah.com Analis sosial politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, menilai kasus pembakaran bendera pada aksi demontrasi adalah hal yang biasa terjadi.

Ubedilah menyampaikan itu menyikapi pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam aksi tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila di depan gedung DPR RI.

“Tentang pembakaran bendera PKI dan PDIP yang di luar kontrol manajemen aksi, karena para pimpinan aksi sedang diterima pimpinan DPR, hal itu sering terjadi dalam aksi-aksi massa,” kata Ubedillah di Jakarta, Jumat (26/06/2020) kutip IndonesiaInside.

Ubedillah pun meminta kepada elite sampai akar rumput PDIP tidak perlu membesar-besarkan insiden pembakaran bendera banteng dalam aksi demonstradi pada Rabu (24/06/2020) pekan ini.

Ubedillah khawatir langkah hukum yang ditempuh PDIP hanya menciptakan konflik horisontal. Padahal, Indonesia sedang menghadapi berbagai masalah, termasuk wabah global Covid-19.

“Tentu itu akan menjadi problem hukum dan memungkinkan menjadi problem sosial horizontal yang berkepanjangan. Sebaiknya tidak perlu dibesar-besarkan,” kata Ubedillah.

Ia mengatakan, tidak bisa dipungkiri jika sering ada penyusup yang bergabung dengan membawa agenda khusus pada suatu aksi demontrasi.

Ubedillah pun khawatir pembakaran bendera PDIP itu di luar manajemen aksi. Apalagi lagi pembakaran itu terjadi ketika perwakilan aksi sedang diterima oleh pimpinan DPR.

Sementara itu Edy Mulyadi selaku koordinator lapangan aksi tolak RUU HIP tersebut, menerangkan, pembakaran benderan partai banteng moncong putih itu di luar dari agenda aksi.

Edy menegaskan bahwa dalam rapat-rapat sebelum aksi, tak ada pembahasan mengenai pembakaran bendera PDIP.

“Kenapa accident, waktu ditanya sama polisi, pasti kan anak buah kalian yang di lapangan yang ikut rapat-rapat kami, pasti sudah laporan bahwa tidak ada rencana bakar bendera. Jangankan rencana, dibahas aja enggak. Jangankan dibahas, disinggung aja enggak. Kepikir saja enggak, karena mungkin tidak disinggung sama sekali dalam rapat-rapat. Tidak ada,” kata Edy sebagaimana video yang dikirim kepada jurnalis.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ahli hukum: Mengibarkan Bendera Tauhid Tak Melanggar Hukum

Ahli hukum: Mengibarkan Bendera Tauhid Tak Melanggar Hukum

ABI Tuduh Fatwa MUI Jatim Picu Konflik di Sampang

ABI Tuduh Fatwa MUI Jatim Picu Konflik di Sampang

Undang Ormas Perempuan, Panja Mulai Bahas RUU KKG

Undang Ormas Perempuan, Panja Mulai Bahas RUU KKG

Al Qur’an Ajak Manusia Untuk Takwa

Al Qur’an Ajak Manusia Untuk Takwa

Menag: Hilangkan Kesan Madrasah Pendidikan Kelas “Dua”

Menag: Hilangkan Kesan Madrasah Pendidikan Kelas “Dua”

Baca Juga

Berita Lainnya