Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pemerintah Minta DPR Tunda Pembahasan RUU HIP

skr/hidayatullah.com
Prof Mahfud MD
Bagikan:

Hidayatullah.com- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan, pemerintah memutuskan untuk menunda pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Pemerintah juga meminta DPR untuk berdialog dan menyerap lebih banyak lagi aspirasi dari seluruh elemen masyarakat.

“Kami berdua, saya dan Pak Yasonna, baru saja keluar dari Istana Merdeka, dipanggil Presiden, menyampaikan pandangan dan sikap Pemerintah terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila,” kata Mahfud saat bersama Menkumham Yasonna Laoly di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (16/06/2020).

“Rancangan Undang-undang tersebut adalah usul inisiatif DPR yang disampaikan kepada Pemerintah dan sesudah Presiden berbicara dengan banyak kalangan dan mempelajari isinya, maka Pemerintah memutuskan untuk menunda atau meminta penundaan kepada DPR atas pembahasan RUU tersebut,” sebut Mahfud.

Selain itu, menurut Menkumham Yasonna, Pemerintah sudah membahas dan memperhatikan pandangan-pandangan dari banyak elemen masyarakat yang disampaikan akhir-akhir ini.

“Oleh karenanya, Pemerintah menyampaikan menunda, memberikan kesempatan kepada teman-teman DPR untuk kembali mendengar masukan-masukan dari masyarakat. Kami dari Pemerintah sementara diminta belum mengirimkan (Supres), Presiden belum mengirimkan Surat Presiden,” sebut Yosanna.

Presiden Joko Widodo juga menyatakan bahwa TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 masih berlaku, mengikat, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Oleh sebab itu, Pemerintah tetap kepada komitmen melarang Komunisme, Marxisme, dan Leninisme.

Mengenai rumusan Pancasila, Pemerintah berpendapat bahwa rumusan Pancasila yang sah adalah rumusan yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

“Harapan kita dengan ini masyarakat bisa kembali duduk dengan tenang, untuk betul-betul melihat substansinya dengan baik. Yang pasti, seperti yang disampaikan Pak Menko bahwa TAP MPRS No. 25 itu, bahkan sudah dipertegas kembali dalam TAP MPR No. 1 Tahun 2003, dia tetap berlaku. Jadi, sebetulnya permasalahan di situ, boleh kita katakan, tidak perlu dikhawatirkan lagi, termasuk mengenai Pancasila itu tetap ada di Pembukaan UUD 1945,” sebut Menkumham.

Keputusan pemerintah tersebut dikeluarkan setelah ramai penolakan berbagai pihak terhadap RUU HIP.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Cak Nun Tidak Kaget Istilah “NU Cabang Nasrani’, Apa Maksudnya?

Cak Nun Tidak Kaget Istilah “NU Cabang Nasrani’, Apa Maksudnya?

Provinsi Jabar dan Banten Keluarkan Pergub Larangan Ahmadiyah

Provinsi Jabar dan Banten Keluarkan Pergub Larangan Ahmadiyah

Senator DKI: Editorial Media Indonesia di Metro TV soal Intoleransi Salah Kaprah

Senator DKI: Editorial Media Indonesia di Metro TV soal Intoleransi Salah Kaprah

Jokowi Pilih KH Ma’ruf Amin sebagai Cawapres

Jokowi Pilih KH Ma’ruf Amin sebagai Cawapres

IKAMI: Publikasi Quick Count Pilpres berpotensi Langgar UU ITE

IKAMI: Publikasi Quick Count Pilpres berpotensi Langgar UU ITE

Baca Juga

Berita Lainnya