Dompet Dakwah Media

MUI akan Beri Rekomendasi Pola Ibadah Saat Normal Baru ke Pemerintah

"Maka dalam hal ini, MUI ingin mendahulukan itu (perlindungan jiwa masyarakat). Kesimpulan seperti apa, saat ini masih digodok"

MUI akan Beri Rekomendasi Pola Ibadah Saat Normal Baru ke Pemerintah
muh. abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Suasana takbiran jelang shalat Idul Fitri 1441H di sebuah kompleks permukiman warga di Depok, Jawa Barat, Ahad (24/05/2020).

Terkait

Hidayatullah.com– Pemerintah telah mulai mensosialisasikan new normal atau normal baru di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah mal diketahui telah dibuka, sedangkan masjid-masjid masih banyak ditutup.

Terkait itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang membahas pola penyelenggaraan ibadah ataupun aktivitas keagamaan di masa normal baru.

Selain itu, MUI pun mengevaluasi efektivitas aturan pemerintah di masa wabah global Covid-19 sejauh ini. Setelah itu, MUI akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait hal tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI bidang fatwa, KH Sholahuddin Al Aiyub, mengatakan bahwa MUI tidak mau terburu-buru terkait hal itu.

KH Sholahuddin menilai bahwa keselamatan jiwa masyarakat harus diutamakan daripada kepentingan-kepentingan yang lain, bahkan termasuk kepentingan masalah keagamaan.

Ia mengingatkan, dalam hal masalah keagamaan itu ada alternatif lain yaitu alternatif rukhsoh. Sedangkan kalau untuk menjaga jiwa masyarakat atau umat Islam itu tidak ada alternatif lain.

“Maka dalam hal ini, MUI ingin mendahulukan itu (perlindungan jiwa masyarakat). Kesimpulan seperti apa, saat ini masih digodok,” ujarnya di Jakarta kemarin kutip website resmi MUI pada Kamis (28/05/2020).

KH Sholahuddin mengaku heran dengan kurva kasus Covid-19 yang masih menunjukkan tingginya penularan. Padahal ia menilai tingkat kepatuhan dan pemahaman masyarakat terhadap protokol medis sudah cukup bagus.

Seperti, ia mencontohkan, saat melaksanakan shalat Idul Fitri 1441H lalu. “Kita mendapat laporan, aspek protokol kesehatan menjadi pertimbangan utama para jamaah untuk melakukan shalat id,” sebutnya.

Katanya banyak kalangan umat Islam ketika itu yang tak melaksanakan shalat Id dalam kapasitas yang besar. Mereka menggelar shalat id pada lingkup-lingkup kecil seperti di wilayah perumahan dengan membagi per blok atau klaster.

Menurutnya, pada kondisi begitu, seharusnya ada dampak terhadap kurva kasus Covid-19. Namun demikian faktanya masih belum berdampak pada penurunan grafik penularan virus corona jenis baru itu. Bahkan masih tinggi.
Sehingga, KH Sholahuddin mengatakan bahwa MUI ingin mengkajinya secara mendalam.
Menurutnya, variabel kepatuhan protokol medis sudah bagus tetapi mengapa penularan masih tinggi, penyebabnya apa sebenarnya. Informasi-informasi tersebut akan menjadi pertimbangan penting dalam merumuskan rekomendasi MUI kepada pemerintah nantinya.

Ia menilai, perlu pendekatan yang lebih mikro dan bukan secara nasional untuk memastikan apakah suatu daerah dapat melaksanakan aktivitas keagamaan di rumah ibadah pada masa normal mendatang. “Kondisi daerahnya seperti apa, tingkat penyebarannya seperti apa, karena ini variabel yang penting,” imbuhnya.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !