Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ada Referensi Hilal Awal Ramadhan 1441H Terlihat di Indonesia

kemenag
Anggota Tim Falakiyah Kemenag, Cecep Nurwendaya pada sidang itsbat awal Ramadhan 1441H/2020M di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (23/04/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya, menegaskan, ada referensi pelaporan, jika hilal awal Ramadhan 1441H/2020M teramati di wilayah Indonesia pada Kamis (23/04/2020).

Hal itu disampaikan saat memberikan paparan mengenai posisi hilal Awal Ramadhan 1441H dalam rangkaian pelaksanaan sidang isbat yang digelar Kemenag di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta, Kamis (23/04/2020).

“Ada referensi bahwa hilal awal Ramadan 1441 Hijriah hari Kamis tanggal 23 April 2020 dapat teramati dari wilayah Indonesia,” terang Cecep dalam keterangan Kemenag.

Menurut Cecep, ijtimak terjadi pada hari Kamis, 23 April 2020, sekitar pukul 09.26 WIB.

“Hilal awal Ramadhan sudah cukup tua, umurnya sudah lebih delapan jam. Di Indonesia hilal berada pada posisi signifikan untuk dilihat,” tuturnya.

“Untuk di Pelabuhan Ratu, posisi hilal saat terbenamnya matahari pada posisi 3,72 derajat dengan umur bulan 8 jam 23 menit, 5 detik,” tambahnya.

Cecep menjelaskan, hilal awal Ramadhan 1441H pada hari Kamis (23/04/2020) sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Yakni, tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi bulan ke Matahari minimal 3 derajat atau umur hilal minimal 8 jam.

Sebagai yurisprudensi referensi, Cecep menjelaskan, hilal Syawwal 1404H dengan tinggi 2 derajat dan ijtimak pada pukul 10.18 WIB pada 29 Juni 1984 juga berhasil dilihat oleh: Muhammad Arief (33) Panitera Pengadilan Agama Pare-Pare dan Muhadir (30) Bendahara Pengadilan Pare-Pare. Selain itu, Abdul Hamid (56) dan Abdullah (61), keduanya guru agama di Jakarta, juga dapat melihat hilal pada saat itu.

“Ma’mur Guru Agama Sukabumi dan Endang Efendi Hakim Agama Sukabumi, juga melihat hilal saat itu,” tandasnya.

“Jadi ada referensi bahwa hilal awal Ramadhan 1441H pada hari Kamis tanggal 23 April 2020 teramati dari Wilayah Indonesia,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini hadir Menag Fachrul Razi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Sidang juga diikuti perwakilan ormas melalui aplikasi daring.

Cecep menambahkan, hisab sifatnya informatif, sedang rukyat sifatnya konfirmatif. Penetapan atau isbat adalah penggabungan antara konfirmasi hasil rukyat dengan informasi hasil hisab yang tertera dalam Taqwim Standar Indonesia tahun 2020.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

DPR Desak Kemendikbud Tindaklanjuti Rekomendasi Panja Peta Jalan Pendidikan, Nadiem: Masyarakat Jangan Panik

DPR Desak Kemendikbud Tindaklanjuti Rekomendasi Panja Peta Jalan Pendidikan, Nadiem: Masyarakat Jangan Panik

Pakar Syariah: Pesan Imam Ahmad pilih Pemimpin yang Muslim

Pakar Syariah: Pesan Imam Ahmad pilih Pemimpin yang Muslim

Inisiator #2019GantiPresiden Menghormati Aksi Lain Meski Berbeda

Inisiator #2019GantiPresiden Menghormati Aksi Lain Meski Berbeda

Abubakar Ba’asyir Bantah telah Baiat ke Al Bagdhadi

Abubakar Ba’asyir Bantah telah Baiat ke Al Bagdhadi

Dewan Da’wah Lepas 22 Dai Pedalaman

Dewan Da’wah Lepas 22 Dai Pedalaman

Baca Juga

Berita Lainnya